BERITA TERKINI
Manisan Pala dari Batukliang Utara, Upaya UMKM Menghidupkan Kembali Kudapan Tradisional

Manisan Pala dari Batukliang Utara, Upaya UMKM Menghidupkan Kembali Kudapan Tradisional

Di tengah maraknya kudapan modern yang serba instan, manisan pala kembali menarik perhatian sebagai jajanan tradisional yang menghadirkan nuansa nostalgia. Produk ini diolah oleh pelaku UMKM asal Batukliang Utara, Anjungan, yang berupaya menjaga tradisi kuliner lokal agar tidak hilang ditelan zaman.

Anjungan menekuni usaha olahan pangan sejak 2010. Ia melihat manisan pala kini mulai terpinggirkan, padahal Batukliang Utara dikenal sebagai wilayah tempat buah pala tumbuh subur dan menjadi komoditas unggulan yang disebut tidak dimiliki daerah lain di Lombok.

“Sekarang sudah mulai langka, sebab itu saya mencoba menghidupkan kembali tradisi ini,” ujarnya.

Keterampilan mengolah pala ia dapat dari resep keluarga turun-temurun. Menurutnya, setiap proses dilakukan untuk mempertahankan autentisitas rasa, termasuk perpaduan manis dan asam yang memberi sensasi hangat di tenggorokan.

Ia menjelaskan, pembuatan manisan pala tidak dapat dilakukan secara instan. Proses dimulai dari pemilihan daging buah pala segar, kemudian dikupas dan dipotong sesuai selera. Agar teksturnya tetap renyah saat digigit, potongan buah perlu direndam dalam air kapur sebelum dicampur dengan larutan gula pasir.

Anjungan memilih memproduksi manisan pala kering karena dinilai lebih tahan lama dan praktis dijadikan oleh-oleh. “Saya fokus memproduksi manisan pala kering. Rasanya lebih tahan lama dan praktis untuk oleh-oleh,” katanya.

Selain sebagai kudapan, manisan pala juga diyakini memiliki manfaat kesehatan. Rempah pala di dalamnya dipercaya dapat membantu meredakan perut kembung, masuk angin, hingga gangguan sulit tidur atau insomnia.

Kini, Anjungan tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng warga sekitar untuk terus berinovasi memperkenalkan manisan pala kepada lebih banyak orang. Baginya, pelestarian kuliner tradisional merupakan bagian dari upaya menjaga identitas daerah.

“Kami terus berupaya memperkenalkan manisan pala kepada lebih banyak orang. Kami berharap jajanan ini bisa menjadi ikon kuliner yang dikenal luas, tidak hanya di NTB tapi juga nasional,” pungkasnya.