BERITA TERKINI
Mandatori B50 2026 Diproyeksikan Substitusi Impor Solar hingga 4,9 Juta Kiloliter

Mandatori B50 2026 Diproyeksikan Substitusi Impor Solar hingga 4,9 Juta Kiloliter

Pemerintah menyiapkan penerapan mandatori biodiesel B50 pada 2026. Kebijakan ini akan meningkatkan porsi bahan bakar nabati berupa FAME (Fatty Acid Methyl Ester/Metil Ester Asam Lemak) dalam campuran solar. FAME merupakan nama kimia biodiesel dari sumber terbarukan yang dalam program ini berasal dari minyak nabati sawit atau CPO.

Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemanfaatan biodiesel sepanjang 2020–2025 disebut telah menghemat devisa hingga US$ 40,71 miliar. Dengan implementasi B50, pemerintah memproyeksikan potensi penghematan devisa tambahan sebesar US$ 10,84 miliar hanya dalam satu tahun pelaksanaan, yakni pada 2026.

Secara teknis, program B50 dirancang untuk menutup sisa kuota impor yang masih ada di bawah kebijakan B40 yang berjalan saat ini. Pada 2025, impor minyak solar diperkirakan masih berada di angka 4,9 juta kiloliter atau setara 10,58% dari total kebutuhan nasional.

Kementerian ESDM menyatakan implementasi B50 akan meningkatkan porsi FAME dalam solar secara signifikan sehingga mampu menggantikan sepenuhnya volume impor tersebut. Dengan demikian, pasokan solar nasional ditargetkan dapat sepenuhnya bersumber dari sumber daya domestik.