BERITA TERKINI
Lima Strategi Membangun Franchise Kuliner dari Nol, Belajar dari Mie Ayam Bintang

Lima Strategi Membangun Franchise Kuliner dari Nol, Belajar dari Mie Ayam Bintang

Membangun bisnis kuliner hingga berkembang menjadi franchise tidak cukup hanya dengan menambah jumlah cabang. Ada proses panjang yang perlu disiapkan, mulai dari memahami detail usaha, merapikan operasional, hingga membangun sistem yang bisa dijalankan orang lain.

Hal itu juga dilakukan Daniel, pelaku usaha di balik Mie Ayam Bintang. Ia menilai pertumbuhan bisnis tidak harus diawali langkah besar seperti membuka banyak cabang sekaligus. Menurutnya, scale up justru dimulai dari memastikan setiap detail usaha berjalan rapi dan konsisten.

Berbekal pengalaman dari usaha keluarga, Daniel menekankan pentingnya kualitas bahan baku, konsistensi rasa, dan pengelolaan operasional harian sebagai fondasi bisnis kuliner. Dari pengalamannya, ada lima strategi yang dapat dipelajari pelaku UMKM untuk memperbesar usaha hingga siap dikembangkan lewat kemitraan atau waralaba.

1. Memahami masalah nyata di balik peluang usaha
Daniel melihat mi ayam memiliki pasar yang jelas sehingga banyak orang tertarik membuka usaha serupa. Namun, ia menilai tidak semua calon pelaku usaha benar-benar siap menjalankannya. Karena itu, memahami persoalan nyata di lapangan menjadi langkah awal sebelum memutuskan memperluas bisnis.

2. Menguji model bisnis sebelum memperluas
Sebelum membuka kemitraan, Daniel memilih mengelola cabang Mie Ayam Bintang miliknya sendiri untuk menguji konsep usaha. Ia terlibat langsung dalam proses meracik produk, mengatur alur kerja, hingga mengelola stok bahan baku. Fase trial and error ini dinilainya penting karena sistem usaha tidak bisa dibagikan kepada orang lain sebelum benar-benar teruji.

3. Membangun sistem yang bisa direplikasi
Setelah menemukan formula yang lebih konsisten, Daniel mulai membuka peluang kemitraan dengan menyiapkan sistem usaha yang lebih terstruktur. Ia menyiapkan kebutuhan usaha secara lengkap agar mitra dapat langsung fokus berjualan tanpa harus memulai dari nol. Dengan pendekatan ini, bisnis tidak hanya berkembang dari sisi jumlah titik penjualan, tetapi juga menjadi sistem yang dapat diikuti mitra.

4. Merapikan operasional lewat digitalisasi
Ketika bisnis mulai berkembang, Daniel menilai pengelolaan harus dibuat lebih rapi dan praktis. Pengalaman mencatat transaksi secara manual mendorongnya menggunakan DANA Bisnis untuk membantu operasional harian. Melalui laporan transaksi digital, ia dapat memantau pemasukan lebih akurat, menjaga arus kas tetap lancar, dan memanfaatkan saldo untuk kebutuhan operasional.

5. Menjaga konsistensi saat bisnis bertumbuh
Daniel menekankan scale up bukan hanya soal menambah cabang atau mitra, tetapi juga menjaga kualitas pengelolaan tetap konsisten. Sistem yang ia bangun diterapkan di cabang miliknya dan direkomendasikan kepada seluruh mitra Mie Ayam Bintang. Saat ini, ia mengelola 13 mitra waralaba dan lima cabang mandiri yang tersebar di Jakarta dan luar kota. Dalam setiap kerja sama, penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk DANA Bisnis, menjadi bagian dari fondasi operasional sejak awal.