Rasa mual dapat muncul tiba-tiba dan membuat aktivitas harian terasa berat. Perut menjadi tidak nyaman, kepala sedikit pening, dan tubuh seolah memberi sinyal ada sesuatu yang tidak beres. Kondisi ini bisa dipicu banyak hal, mulai dari makanan, obat-obatan, kecemasan, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Dokter spesialis gastroenterologi dari Gastroenterology Associates of New Jersey, Andrew Boxer, menjelaskan bahwa mual berkaitan erat dengan kerja otak. Menurutnya, area postrema—bagian otak yang mendeteksi racun dalam darah—juga berperan mengontrol muntah. Ketika area ini teraktivasi oleh makanan, obat, atau kondisi kesehatan tertentu, sensasi mual dapat muncul.
Selain menangani penyebab utamanya, ada sejumlah cara alami yang dapat membantu meredakan mual. Berikut beberapa di antaranya.
1. Mengonsumsi jahe
Jahe telah digunakan sejak ribuan tahun sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan, termasuk mual. Kandungan senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol disebut membantu memperlancar pergerakan makanan di saluran cerna. Dr. Boxer menyebut zat aktif dalam jahe dapat membantu makanan bergerak lebih stabil di usus sehingga efektif mengurangi rasa mual.
Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk teh hangat, sup, atau suplemen. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu rasa panas di dada atau heartburn. Karena itu, konsultasi dengan dokter disarankan sebelum rutin mengonsumsi suplemen jahe.
2. Mencoba teknik akupresur
Akupresur merupakan teknik holistik yang dilakukan dengan memberi tekanan pada titik tertentu di tubuh. Untuk membantu meredakan mual, titik yang sering digunakan berada di bagian dalam pergelangan tangan.
Dr. Boxer menjelaskan, ketika aliran darah ke lambung atau otak terganggu, saraf usus dapat terpicu dan menimbulkan mual. Menekan titik tersebut diyakini membantu merilekskan otot lambung sekaligus memperbaiki aliran darah.
Teknik ini dapat dilakukan sendiri dengan menekan area di antara dua tendon besar di lengan bagian dalam, sekitar tiga jari dari pergelangan tangan. Gunakan jari telunjuk dan jari tengah selama beberapa detik.
3. Mengonsumsi peppermint
Peppermint dikenal memiliki efek menenangkan pada sistem saraf dan saluran cerna. Dr. Boxer mengatakan peppermint dapat membantu menenangkan saraf dan merilekskan otot saluran pencernaan sehingga membantu mencegah kram pada lambung.
Peppermint bisa dikonsumsi sebagai teh hangat atau minyak peppermint. Meski demikian, konsumsi minyak peppermint secara oral perlu diperhatikan karena pada sebagian orang dapat memicu heartburn atau bahkan mual. Konsultasi dengan tenaga medis disarankan sebelum mengonsumsi suplemen peppermint secara rutin.
4. Menjaga pola makan dan hidrasi
Perut yang kosong terlalu lama dapat memicu penumpukan asam lambung dan berujung pada mual. Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering dapat membantu menjaga keseimbangan lambung.
Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah mual. Air putih, kaldu bening, atau teh herbal hangat umumnya lebih mudah diterima oleh lambung yang sedang sensitif.
5. Mengelola stres dan kecemasan
Mual tidak selalu dipicu masalah fisik. Stres dan kecemasan dapat memicu reaksi sistem saraf yang berdampak langsung pada pencernaan. Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi ringan, atau berjalan santai dapat membantu menenangkan tubuh dan mengurangi sensasi mual.
Meski sering kali dapat diatasi secara alami, mual tidak sebaiknya diabaikan bila berlangsung lebih dari satu bulan dan semakin memburuk. Terlebih jika disertai gejala seperti nyeri dada, nyeri perut hebat, demam, gangguan penglihatan, penurunan berat badan, atau kesulitan menjaga asupan cairan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan pemeriksaan medis.

