BERITA TERKINI
Langkah Menangani Demam Anak pada Malam Hari di Rumah dan Tanda Harus ke Dokter

Langkah Menangani Demam Anak pada Malam Hari di Rumah dan Tanda Harus ke Dokter

Demam pada anak tidak selalu menandakan kondisi berbahaya. Namun, saat muncul pada malam hari, demam kerap membuat orang tua cemas karena anak merasa tidak nyaman, menjadi rewel, dan sulit beristirahat. Pada dasarnya, demam merupakan respons tubuh dalam menghadapi infeksi atau gangguan tertentu.

Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meredakan demam anak di rumah, sekaligus mengetahui kapan kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis.

Langkah mengatasi demam anak di rumah

1. Kompres hangat
Kompres hangat dapat menjadi upaya awal untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Kompres bisa dibuat dengan merendam handuk dalam air hangat, lalu ditempelkan pada area tertentu. Orang tua perlu berhati-hati agar kulit anak tidak terkena panas berlebihan. Cara ini disebut dapat membantu sementara dan anak tetap perlu dipantau kondisinya.

2. Menyeka tubuh dengan air hangat
Selain kompres, menyeka tubuh anak menggunakan air hangat juga dapat membantu menurunkan suhu. Penggunaan air dingin sebaiknya dihindari karena dapat membuat anak menggigil, yang justru berisiko membuat suhu tubuh meningkat.

3. Kenakan pakaian tipis
Saat demam, pakaian tebal dan selimut berlapis dapat menghambat pelepasan panas dari tubuh. Karena itu, anak disarankan memakai pakaian tipis agar panas lebih mudah keluar.

4. Atur suhu ruangan
Suhu kamar perlu dibuat senyaman mungkin agar anak tidak kedinginan atau kepanasan. Kondisi ruangan yang nyaman membantu anak beristirahat lebih baik sehingga pemulihan dapat berlangsung optimal.

5. Penuhi asupan cairan
Saat demam, anak dapat kehilangan cairan lebih banyak. Memastikan asupan cairan tercukupi membantu mencegah dehidrasi dan mendukung tubuh dalam mengeluarkan panas.

6. Bawang merah
Dalam praktik rumahan, bawang merah kerap digunakan dengan cara diparut lalu dicampur minyak kelapa atau minyak kayu putih, kemudian dioleskan ke tubuh anak. Namun, penggunaannya perlu dihindari bila kulit anak sensitif.

7. Obat penurun demam
Obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen sering dianjurkan untuk membantu meredakan demam. Parasetamol disebut dapat digunakan pada anak usia dua bulan ke atas, sedangkan ibuprofen dianjurkan untuk anak usia enam bulan ke atas. Dosis perlu disesuaikan dengan berat dan usia anak, sesuai petunjuk pada kemasan atau rekomendasi dokter. Orang tua juga diingatkan untuk menggunakan alat takar yang tepat agar tidak terjadi dosis berlebih, serta menghindari pemberian ibuprofen pada anak yang mengalami dehidrasi atau menderita penyakit ginjal. Efek samping yang perlu diwaspadai antara lain iritasi lambung atau gangguan ginjal, terutama bila digunakan dalam jangka panjang atau dosis tinggi.

8. Skin to skin contact
Kontak kulit ke kulit (kangaroo care) dapat membantu menenangkan anak dan membantu mengatur suhu tubuh, terutama saat malam hari. Metode ini dilakukan dengan menempatkan anak (misalnya hanya memakai popok) di dada orang tua. Selain memberi rasa nyaman, cara ini juga disebut dapat membantu pengaturan suhu melalui proses penguapan.

Penyebab demam pada anak

Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang alami. Sejumlah penyebab yang disebut sering memicu demam pada anak antara lain infeksi saluran pernapasan atas (flu atau pilek), infeksi telinga (otitis media), reaksi setelah imunisasi, penyakit infeksi seperti campak, cacar air, atau penyakit tangan-kaki-mulut, heatstroke atau kelelahan panas, dehidrasi, reaksi alergi, gangguan autoimun seperti penyakit Kawasaki, stres atau kecemasan, tumbuh gigi yang biasanya hanya memicu kenaikan suhu ringan, serta kondisi ruam seperti roseola yang dapat diawali demam tinggi.

Kapan anak perlu dibawa ke dokter

Orang tua disarankan mempertimbangkan pemeriksaan medis bila anak mengalami demam tinggi (suhu rektal 38°C atau lebih pada bayi di bawah 3 bulan, atau demam di atas 39°C pada anak yang lebih besar), demam tidak menurun atau bertahan lebih dari 72 jam, atau demam disertai gejala mengkhawatirkan seperti kesulitan bernapas, sakit kepala berat, kejang saat demam, kulit pucat atau kebiruan.

Pemeriksaan juga dianjurkan bila muncul tanda dehidrasi (jarang buang air kecil, bibir dan mulut kering, mata tampak cekung), demam disertai muntah dan diare berkelanjutan, anak tampak sangat lemas atau tidak responsif, atau demam disertai keluhan lain seperti ruam tidak biasa, nyeri saat buang air kecil, nyeri telinga, maupun batuk persisten. Dalam situasi ketika orang tua merasa ragu atau khawatir, berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah yang disarankan.

Upaya pencegahan

Meski tidak semua demam dapat dicegah, beberapa langkah yang disebut dapat menurunkan risikonya, seperti membiasakan cuci tangan, menghindari kontak dengan orang sakit, memastikan vaksinasi sesuai jadwal, memenuhi kebutuhan nutrisi anak, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Dokter yang dapat dihubungi

Dalam data yang tersedia, dua dokter spesialis anak yang disebut dapat dihubungi untuk konsultasi terkait demam pada anak adalah dr. Lingga Pradipta Sp.A dan dr. Dwi Lestari Avianti Sp.A, M.Ked.Klin.