BERITA TERKINI
Kampung Sate Maranggi Plered, Purwakarta: Jejak Sejarah, Cita Rasa Kuat, dan Panduan Berkunjung 2025

Kampung Sate Maranggi Plered, Purwakarta: Jejak Sejarah, Cita Rasa Kuat, dan Panduan Berkunjung 2025

Kampung Sate Maranggi Plered kerap disebut sebagai salah satu pusat kuliner penting di Purwakarta. Di kawasan ini, sate maranggi tidak hanya diperdagangkan, tetapi juga dijalankan secara turun-temurun oleh warga setempat, sekaligus menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal.

Berbeda dengan sejumlah tempat sate maranggi yang populer di jalur pelintas, Plered dinilai memiliki kedekatan kuat dengan sejarah dan praktik tradisional kuliner tersebut. Sentra ini juga menawarkan pengalaman menikmati sate dengan suasana khas, termasuk melihat proses pembakaran yang berlangsung terbuka di depan pembeli.

Jejak Mak Anggi dan usaha keluarga

Secara historis, Plered disebut sebagai lokasi tempat Mak Anggi—tokoh yang dikaitkan dengan asal-usul penamaan “maranggi”—memulai usahanya. Sejak itu, banyak pedagang di sentra Plered merupakan warga asli yang meneruskan usaha keluarga. Salah satu contoh yang disebut adalah pedagang bernama Kang Arif yang menjalankan usaha milik ibunya sejak 1996.

Proses bakar terbuka jadi daya tarik

Di Kampung Sate Maranggi Plered, pembakaran sate dapat disaksikan langsung. Berbeda dengan warung besar yang cenderung tertutup, model lapak terbuka di kawasan ini membuat aroma bumbu dan arang terasa sejak pengunjung memasuki area sentra.

Ciri rasa: kencur dominan dan manis gula merah

Sate maranggi Plered dikenal memiliki karakter rasa yang kuat. Pedagang setempat mempertahankan marinasi dengan dominasi kencur yang terasa lebih tajam. Selain itu, pemanis yang digunakan disebut berasal dari gula merah asli, sehingga rasa manisnya dinilai lebih alami dibanding penggunaan kecap manis kemasan.

Untuk harga, di beberapa lapak sederhana sate maranggi Plered disebut dapat ditemukan pada kisaran Rp2.000 hingga Rp4.000 per tusuk. Adapun pendamping yang umum disajikan secara tradisional meliputi nasi putih hangat, sop, dan sambal tomat dadakan.

Panduan kunjungan 2025: lokasi dan jam ramai

Sentra kuliner Plered berada di area Pasar Plered, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Plered. Pedagang umumnya mulai buka sejak pukul 08.00 WIB dan beroperasi hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, terdapat warung tertentu yang disebut bisa buka lebih lama, seperti Jawara Sate Maranggi Wa Heri yang kerap beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

Tips mencicipi

Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman khas Plered, salah satu saran yang muncul adalah mencoba warung sate maranggi yang dikelola lintas generasi. Selain untuk mencicipi rasa, cara ini juga dinilai sejalan dengan dukungan terhadap roda ekonomi warga setempat.