Dalam persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, jajanan tradisional Indonesia menghadapi tantangan besar untuk tetap eksis di tengah banjir produk jajanan modern dan impor. Menyikapi hal tersebut, Wulandari mendirikan sebuah platform bernama Jajan Story pada awal 2017 dengan tujuan membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap jajanan khas nusantara.
Jajan Story hadir tidak semata-mata sebagai bisnis, melainkan juga sebagai sarana silaturahmi dan berbagi manfaat. "Sukses bersama dalam rangka mengangkat kembali jajanan di Indonesia, itu motto kami di Jajan Story," ujar Wulandari.
Platform ini bekerja sama dengan lebih dari seratus mitra yang merupakan artisan kue tradisional. Mitra-mitra tersebut berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga karyawan. Seleksi mitra dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek kebersihan dan bahan baku, sehingga produk yang dihasilkan dijamin 100% bebas bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan.
Beberapa jenis kue tradisional yang diproduksi oleh mitra Jajan Story antara lain putu ayu, lemper, bolu ketan hitam, dan pastel. Selain mengedepankan kualitas produk, Jajan Story juga menampilkan kisah perjalanan para mitra dalam membuat kue tradisional, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai dan daya tarik jajanan tersebut.
Wulandari menegaskan bahwa Jajan Story merupakan media yang berupaya mengangkat kembali jajanan asli Indonesia dengan pendekatan yang modern dan sistematis. Melalui inovasi ini, diharapkan jajanan tradisional dapat kembali memperoleh tempat di hati masyarakat luas.