JAKARTA – Sejak berdiri pada Januari 2017, Jajan Story terus mengembangkan lini usahanya sebagai produsen jajanan tradisional Indonesia. Pada Minggu (18/6/2017), perusahaan ini menggelar acara buka puasa bersama di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai upaya mempererat hubungan dan memperluas jaringan dengan seluruh mitra kerjanya.
Acara yang dimulai pukul 17.30 tersebut dihadiri oleh sejumlah mitra yang telah bergabung dengan Jajan Story. Dalam kesempatan ini, diperkenalkan berbagai produk kue tradisional, antara lain kue barongko khas Makassar, kue awuk awuk, dan kue putu ayu.
Dalam display jajanan yang disajikan, terdapat lebih dari lima jenis kue hasil kreasi para mitra. Jajanan tradisional tersebut menarik perhatian para tamu undangan, tidak hanya karena keunikan rasa dan bentuknya, tetapi juga kisah pembuatan yang dibagikan langsung oleh para artisan kue.
Profil Salah Satu Mitra: Ai Widaningsih
Salah satu mitra, Ai Widaningsih asal Garut, Jawa Barat, memperkenalkan kue bolu ketan hitam buatannya. Ai menjalankan usaha pembuatan kue secara home industry dan bergabung dengan Jajan Story untuk memperkenalkan kue yang telah diwariskan secara turun-temurun dari ibunya.
Ai menegaskan bahwa kue buatannya aman dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan pengawet dan seluruh bahan yang dipakai alami. Bahan dasar beras ketan hitam yang digunakan pun bukan olahan pabrik.
"Saya telah menggeluti pembuatan kue ini selama 12 tahun. Di Garut banyak produk serupa, tapi rasanya berbeda. Ada tekstur yang kenyal-kenyal khas," ujar Ai.
Seleksi Mitra dan Pengembangan Usaha
Wulandari, pendiri Jajan Story, menyampaikan bahwa mencari mitra yang sesuai bukan perkara mudah. Setelah mendapatkan rekomendasi, pihaknya melakukan uji kelayakan jajanan dari segi kualitas dan aspek kesehatan.
"Jika standar belum terpenuhi, kami memberikan pendampingan dan edukasi untuk meningkatkan kualitas serta menghindari penggunaan bahan pengawet," jelas Wulandari.
Ke depannya, Jajan Story berencana membuka peluang bagi mitra baru tidak hanya di wilayah Jawa, tetapi juga di seluruh Indonesia, guna memperluas jangkauan dan memperkaya varian jajanan tradisional yang ditawarkan.