Ikan parende merupakan salah satu makanan khas Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang dibuat dari ikan segar dan racikan rempah. Hidangan berkuah ini dikenal bercita rasa asam, pedas, segar, dan gurih, serta kerap hadir sebagai menu harian di meja makan masyarakat setempat.
Kuah ikan parende berwarna kuning dan dimasak dengan rempah yang kaya. Proses memasaknya juga disebut memiliki tahapan penting, yakni ikan dimasukkan saat air sudah mendidih agar rasa dan teksturnya tetap terjaga.
“Ikan parende biasa kami konsumsi dengan nasi atau kasoami, tapi masyarakat Wakatobi lebih sering menikmatinya dengan kasoami,” kata Lisa, warga Kaledupa, Jumat (17/1/2025).
Bagi warga Wakatobi, ikan parende bukan sekadar makanan rumahan, tetapi juga hidangan yang kerap memunculkan kerinduan, terutama bagi mereka yang merantau. “Orang Wakatobi kalau merantau pasti makanan yang dirindukan adalah ikan parende dan kasoami. Jadi, kebanyakan orang, meski sudah di rantauan, tetap memasak ikan parende,” ujar Anto.
Kesegaran ikan menjadi salah satu kunci rasa. “Ikan di sini masih sangat segar, jadi ketika nelayan pulang melaut, kami langsung membeli ikan dan membuat parende. Rasanya luar biasa nikmat,” tambah Jihan.
Berikut bahan dan cara pembuatan ikan parende sebagaimana dipraktikkan masyarakat setempat.
Bahan:
• 1 ekor ikan kakap putih segar ukuran sedang, potong jadi 5 bagian
• 500 ml air
• Garam secukupnya
• Micin setengah sendok teh
• Serai
• 1 buah jeruk nipis
• 5 sdm minyak goreng
• 1 buah tomat
• 1 sendok teh kunyit bubuk
• 3 siung bawang merah
• 3 buah cabe
• Daun kemangi sesuai selera
Cara membuat:
1. Panaskan minyak dan tumis bawang merah yang sudah diiris sampai harum.
2. Masukkan air, kunyit, dan daun serai.
3. Setelah air mendidih, masukkan ikan yang sudah dibersihkan.
4. Tambahkan air perasan jeruk nipis, tomat yang sudah dipotong, dan cabe.
5. Tunggu 4–5 menit, kemudian masukkan garam, micin, dan daun kemangi.
6. Koreksi rasa dan angkat, lalu sajikan.
Selain versi dasar tersebut, ikan parende juga sering ditambahkan sayur terong untuk memperkaya cita rasa. Di Wakatobi, hidangan ini menjadi bagian penting dari tradisi kuliner setempat yang lekat dengan penggunaan ikan segar dan rempah beraroma kuat.

