Perasaan tidak aman atau insecure merupakan hal yang wajar dan bisa muncul kapan saja. Vlogger Indonesia Gita Savitri, yang kini berdomisili di Jerman, juga pernah mengalaminya, termasuk rasa tidak percaya diri terkait penampilan fisik.
Gita menyebut rasa insecure yang ia rasakan berawal dari faktor eksternal, yakni penilaian orang terhadap fisiknya yang dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan yang terbentuk di masyarakat. Dalam salah satu video di kanal YouTubenya, ia juga menjelaskan bahwa penyebab insecure dapat beragam, mulai dari trauma dan kejadian masa lalu yang terus berulang, kritik dari orang sekitar, kurangnya apresiasi, hingga stereotip serta ekspektasi tinggi dari lingkungan.
Berangkat dari pengalamannya, Gita membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola rasa insecure.
Berdamai dengan rasa insecure
Menurut penjelasan yang disampaikan, rasa insecure bisa dipicu oleh faktor internal, misalnya ketidakpuasan terhadap body image, keraguan pada kemampuan diri, atau kurang percaya diri di lingkungan sosial. Di sisi lain, faktor eksternal seperti penilaian orang terhadap fisik yang tidak sesuai standar kecantikan, serta tuntutan terkait karier atau pencapaian hidup yang tidak sejalan dengan stereotip dan ekspektasi, juga dapat memperkuat rasa tersebut.
Situasi ini dapat membuat seseorang sulit merasa aman karena dianggap belum memenuhi standar yang berlaku. Namun, upaya untuk terus mengejar ekspektasi tersebut dinilai justru bisa membuat rasa insecure terus membayangi. Karena itu, menerima diri dan berdamai dengan rasa insecure menjadi salah satu langkah yang disarankan.
Perlunya kontrol dalam diri
Gita juga menekankan pentingnya mengendalikan diri agar rasa insecure tidak mendominasi. Salah satu caranya adalah mengarahkan rasa tersebut ke hal yang lebih positif, misalnya dengan mempertanyakan tujuan hidup dan menetapkan target yang sesuai kemampuan. Ketika arah tujuan lebih jelas, seseorang dinilai lebih mudah mengeksekusi rencana sekaligus mengendalikan rasa insecure agar tidak berkembang berlebihan.
Menetapkan batasan untuk diri
Langkah berikutnya adalah menetapkan batasan, termasuk dalam penggunaan media sosial. Di era digital, media sosial kerap menjadi pemicu berkembangnya rasa insecure karena mendorong kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Karena itu, diperlukan sikap bijak saat mengakses media sosial, seperti menyaring pertemanan dan memilih konten yang lebih bermanfaat. Jika diperlukan, pengguna juga dapat melakukan unfollow, mute, atau memblokir akun maupun konten yang dinilai sudah melewati batas dan memicu rasa tidak aman.
Bersyukur
Terakhir, Gita mendorong untuk membiasakan diri bersyukur. Dengan berupaya merasa cukup atas apa yang dimiliki dan mengapresiasi diri atas hasil yang sudah diusahakan, seseorang dinilai lebih mudah mengontrol rasa insecure serta menerima kekurangan maupun kelebihan diri.

