BERITA TERKINI
Food Pairing: Menemukan Pasangan Ideal antara Makanan dan Minuman

Food Pairing: Menemukan Pasangan Ideal antara Makanan dan Minuman

Jakarta – Santapan tidak lagi sekadar soal rasa, melainkan juga melibatkan tampilan, aroma, dan tekstur yang membentuk pengalaman makan secara menyeluruh. Hal ini diungkapkan oleh celebrity chef Dea Vialdo dalam sebuah sesi Kelas bersama Jurnalis di Baxter Smith, Jakarta Selatan.

Dea menjelaskan bahwa proses makan adalah sebuah perjalanan yang dimulai dari penglihatan, indera penciuman, hingga pengecapan rasa dan tekstur. "Makan itu nggak cuma lewat mulut, tapi juga mata. Looks-nya bikin bergairah makan atau tidak," ujarnya. Penataan makanan yang menarik dan aroma yang menggugah menjadi komponen penting dalam membangun antusiasme sebelum mencicipi hidangan.

Menurut Dea, tekstur juga sangat berperan penting. Makanan yang tidak memiliki tekstur, seperti makanan bayi yang terlalu halus, dapat menimbulkan kebosanan, terutama pada orang dewasa. Faktor-faktor ini bersama-sama menciptakan pengalaman makan yang lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan perut.

Pentingnya Food Pairing dalam Menyantap Hidangan

Dea menekankan bahwa meski makanan telah diolah dengan cita rasa yang lezat, ketidaksesuaian dalam pemilihan minuman dapat mengurangi kenikmatan santapan tersebut. Ia mengamati bahwa seringkali pengunjung restoran tidak memperhatikan padanan antara makanan dan minuman yang mereka pesan, sehingga setelah makan justru merasa kurang puas.

"Makanan enggak enak itu bukan sepenuhnya salah restoran," tambahnya. Konsep food pairing hadir sebagai solusi agar konsumen dapat memilih kombinasi makanan dan minuman yang saling melengkapi dan menjaga kenikmatan rasa secara keseluruhan.

Memahami Kombinasi Rasa dalam Food Pairing

Dalam praktik food pairing, konsumen bisa bereksperimen dengan menggabungkan rasa yang kontras. Dea mencontohkan, anggapan umum bahwa minuman manis dan dingin cocok untuk meredakan rasa pedas ternyata kurang tepat. Rasa manis dan dingin hanya bertahan sesaat, sementara sensasi panas dari makanan pedas akan kembali muncul.

"Kalau pedas itu minumannya yang dairy (olahan susu) untuk 'memotong' rasa pedasnya," jelasnya. Selain itu, makanan dengan tekstur atau rasa creamy sebaiknya tidak dipadukan dengan minuman yang juga creamy. Minuman dengan rasa segar seperti sitrus lebih cocok untuk menyelaraskan rasa.

"Makanan kayak salad ini kalau minumannya creamy boleh," tambahnya sebagai pengecualian.

Peran Minuman dalam Melengkapi Tekstur Makanan

Mixologist dari Baxter Smith, Doni Donio, menambahkan bahwa makanan bertekstur creamy seringkali sulit ditelan dan bisa menimbulkan rasa eneg. Oleh karena itu, minuman dengan rasa asam dan efek bergelembung seperti soda dapat membantu menetralkan sensasi tersebut sehingga santapan menjadi lebih nyaman dan nikmat.

Lebih jauh, Doni menyarankan agar sebelum menyantap hidangan utama, konsumen dapat memesan minuman aperitif yang berfungsi meningkatkan nafsu makan. Meskipun tradisi ini belum umum di Indonesia, praktik meminum minuman pembuka sebelum makan sudah lazim di negara-negara Barat.