BERITA TERKINI
Fermentasi Tape Singkong Tanpa Daun Pisang: Pakai Plastik, Tetap Lembut dan Manis

Fermentasi Tape Singkong Tanpa Daun Pisang: Pakai Plastik, Tetap Lembut dan Manis

Tape singkong merupakan camilan tradisional yang umumnya dibuat dengan membungkus singkong menggunakan daun pisang. Selain memberi aroma dan cita rasa khas, daun pisang juga kerap disebut membantu mempercepat proses fermentasi. Namun, ketersediaan daun pisang—terutama di wilayah perkotaan—tidak selalu mudah, sehingga sebagian orang mencari alternatif pembungkus lain.

Salah satu metode yang banyak dibahas adalah fermentasi tape singkong menggunakan plastik. Cara ini dibagikan kreator YouTube SAHABAT KECE, yang menunjukkan proses pembuatan tape tanpa daun pisang dengan hasil akhir tape tetap lembut dan manis.

Peran daun pisang dalam fermentasi tape singkong turut dibahas dalam penelitian yang dimuat di repository.unpas.ac.id. Dalam rujukan tersebut, daun pisang disebut membantu mikroba dalam ragi bekerja lebih cepat dalam mengubah etanol menjadi asam asetat. Dampaknya, tape dinilai dapat lebih cepat matang dengan rasa manis yang pas. Daun pisang juga berfungsi sebagai pengikat aroma khas serta katalis yang membantu proses fermentasi berjalan lebih efektif.

Meski demikian, penggunaan daun pisang dalam praktik sehari-hari mulai bergeser seiring perkembangan zaman. Plastik kemudian dipakai sebagai pengganti, meski tidak memberikan aroma alami seperti daun pisang. Dalam video yang telah ditonton lebih dari 16 ribu kali, kreator menyebut penggunaan plastik tetap memungkinkan fermentasi berlangsung maksimal dan menghasilkan tape singkong yang manis serta lembut.

Dalam contoh yang dibagikan, bahan yang digunakan adalah 1 kilogram singkong, 1 butir ragi, dan 1 sendok makan gula pasir. Singkong dikupas, dicuci bersih, lalu dipotong menjadi dua bagian. Singkong kemudian dikukus sekitar 20 menit hingga matang, setelah itu didinginkan terlebih dahulu agar ragi tidak mati karena suhu panas.

Ragi digerus hingga halus, lalu ditaburkan merata ke permukaan singkong. Potongan singkong yang sudah diberi ragi dimasukkan ke plastik satu per satu. Gula pasir ditambahkan sebelum plastik ditutup, sebagai penambah rasa manis mengingat plastik tidak memiliki aroma seperti daun pisang.

Setelah semua singkong dimasukkan, ujung plastik dilipat tanpa perekat. Plastik kemudian ditaruh dalam wadah dan dibungkus kain untuk menjaga suhu selama fermentasi. Proses fermentasi berlangsung sekitar dua hari hingga tape menghasilkan aroma khas dan tekstur yang lembut.

Hasil tape dalam video tersebut ditunjukkan bertekstur lembut dengan aroma manis. Sejumlah warganet mengapresiasi cara ini sebagai solusi praktis membuat tape singkong, khususnya bagi masyarakat di perkotaan yang kesulitan memperoleh daun pisang.

Secara umum, tape singkong tetap bisa dibuat tanpa daun pisang. Plastik dapat menjadi alternatif pembungkus, meski tanpa tambahan aroma khas yang biasanya berasal dari daun pisang.