BERITA TERKINI
Dapur Ratu Catering di Bone, Berawal dari Hobi Memasak Sejak Kecil hingga Jadi Usaha

Dapur Ratu Catering di Bone, Berawal dari Hobi Memasak Sejak Kecil hingga Jadi Usaha

Usaha kuliner Dapur Ratu Catering yang kini dikenal di Kabupaten Bone berawal dari hobi memasak sejak kecil. Pemilik Dapur Ratu Catering, Andi Resmianti, S.Sos, yang akrab disapa A. Emmi, mengatakan ia sudah terbiasa memasak sejak duduk di bangku sekolah dasar dan kerap dipercaya menyiapkan hidangan untuk acara keluarga.

Dalam perbincangan pada program Sapa UMKM RRI Bone, Kamis, 12 Maret 2026, A. Emmi menjelaskan kemampuan memasaknya berkembang secara otodidak tanpa menempuh pendidikan formal di bidang kuliner. Ia menyebut kebiasaan membantu di dapur sejak kecil membuatnya terlatih hingga akhirnya sering diminta memasak saat ada kegiatan keluarga.

Hobi tersebut kemudian berkembang menjadi peluang usaha ketika ia mulai menerima pesanan makanan sekitar tahun 2015. Pesanan pertamanya berupa hidangan makanan berat untuk sebuah acara. Sejak itu, A. Emmi mulai lebih serius menekuni usaha katering dengan terus meningkatkan kualitas masakan.

Dengan modal awal sekitar Rp150 ribu, usahanya perlahan berkembang. Keuntungan yang diperoleh diputar kembali untuk membeli peralatan dapur dan memperkuat operasional, hingga lahir brand Dapur Ratu Catering yang kian dikenal masyarakat di Kabupaten Bone.

A. Emmi juga menyampaikan perkembangan usahanya tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Ia mengaku beberapa kali mendapat pembinaan serta bantuan peralatan katering melalui Dinas Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone, yang dinilainya membantu dalam pengembangan usaha.

Salah satu momen yang menjadi kebanggaan dalam perjalanan usahanya adalah ketika hidangan Dapur Ratu Catering dipercaya untuk menjamu tamu negara. Ia menyebut menu dari usahanya pernah digunakan saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Bone, serta ketika Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke daerah tersebut.

Menurut A. Emmi, menjaga kualitas rasa, pelayanan, dan kebersihan menjadi kunci agar usaha katering tetap dipercaya pelanggan di tengah persaingan bisnis kuliner. Ia menekankan konsistensi pada tiga hal tersebut sebagai upaya mempertahankan kepercayaan pelanggan.