BERITA TERKINI
Cara Menyimpan Wine di Rumah agar Rasa dan Aromanya Tetap Terjaga

Cara Menyimpan Wine di Rumah agar Rasa dan Aromanya Tetap Terjaga

Menyantap makanan di rumah kerap terasa lebih lengkap dengan segelas wine. Namun, masih banyak orang keliru menyimpan wine sehingga rasa dan aromanya berkurang. Karena itu, memahami teknik penyimpanan yang tepat menjadi penting, terutama jika ingin menyimpan wine untuk jangka waktu tertentu.

Bar manager Clique, Sofyan Pane, menjelaskan bahwa tempat makan umumnya memiliki standar suhu penyimpanan berbeda untuk tiap jenis wine. White wine disimpan pada suhu 10–12 derajat Celsius, sedangkan red wine pada 14–18 derajat Celsius.

Menurut Sofyan, pengaturan suhu sepresisi itu tidak selalu mudah dilakukan di rumah. Ia menyebut, jika memungkinkan mengatur suhu sesuai standar atau menggunakan AC yang menyala terus-menerus, hal tersebut dapat dilakukan. Namun, bila tidak memungkinkan, ia menyarankan penyimpanan wine di lemari pendingin.

Meski demikian, penempatan wine di dalam kulkas perlu dibedakan. White wine dianjurkan diletakkan di bagian atas, sementara red wine di bagian bawah. Alasannya, white wine memang disajikan dalam kondisi dingin, sedangkan red wine tidak ditujukan untuk penyajian dingin.

Selain suhu dan posisi penyimpanan, Sofyan juga mengingatkan agar kulkas tidak dipenuhi bahan beraroma menyengat seperti ikan atau daging. Ia menilai aroma dari bahan-bahan tersebut berisiko meresap dan menurunkan kualitas wine, sehingga rasa menjadi tidak enak.

Untuk daya tahan, wine yang disimpan di lemari pendingin dapat bertahan lama selama botol belum dibuka. Setelah dibuka, white wine disebut dapat bertahan sekitar 3–4 hari, sedangkan red wine hanya 1–2 hari. Sofyan menambahkan, jika melewati batas tersebut, khususnya pada red wine, rasa bisa berubah menjadi asam dan kehilangan aroma serta karakter khasnya.