BERITA TERKINI
Cara Mengatasi Kantuk Saat Mengemudi agar Tetap Aman di Jalan

Cara Mengatasi Kantuk Saat Mengemudi agar Tetap Aman di Jalan

Rasa kantuk saat mengemudi menjadi salah satu kondisi berbahaya karena dapat menurunkan kewaspadaan dan memperlambat reaksi pengemudi. Situasi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, sehingga pengemudi perlu mengenali tanda-tandanya dan segera mengambil langkah pencegahan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, menekankan pentingnya waktu istirahat yang cukup agar pengemudi tetap fokus selama perjalanan. Ia menyarankan pengemudi untuk beristirahat minimal setiap tiga jam sekali di rest area.

Menurut Sony, kondisi tubuh yang lelah dan mengantuk dapat memicu microsleep, yakni tertidur singkat tanpa disadari. Dalam kondisi seperti itu, pengemudi berisiko kehilangan kendali, terutama saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Ia juga mengingatkan bahwa memaksakan diri berkendara ketika tubuh sudah lelah dapat menurunkan kemampuan mata melihat kondisi jalan dan mengurangi reaksi alamiah tubuh. Dampaknya, kendaraan bisa oleng, terpelanting, atau menabrak objek seperti kendaraan lain maupun pembatas jalan.

Untuk menjaga konsentrasi, Sony menyebut seseorang hanya diperbolehkan mengemudi selama delapan jam. Ia menilai kondisi fisik yang bugar membuat pengendara lebih sigap membaca situasi, termasuk memperkirakan kapan harus mengerem atau bermanuver.

Sementara itu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving and Consulting, Jusri Pulubuhu, mengingatkan bahwa memaksakan diri saat mengantuk dapat berujung pada halusinasi. Ia menjelaskan, pengemudi bisa merasa seolah-olah melihat bayangan mobil atau truk di depan mata, lalu merespons dengan pengereman mendadak tanpa sadar. Dalam beberapa kasus, pengemudi juga bisa membanting setir hingga menabrak pagar pembatas jalan tol.

Jusri menyarankan pengemudi untuk beristirahat secukupnya ketika badan terasa tidak enak, misalnya muncul nyeri di bagian tubuh tertentu atau kaki mengalami kesemutan. Menurutnya, meski mata belum terasa mengantuk, otot-otot tetap dapat mengalami kelelahan.

Ia menambahkan, kelelahan otot dapat memengaruhi sensor motorik tubuh yang saling berhubungan. Kondisi ini berisiko memicu kram dan pada akhirnya mengganggu konsentrasi saat mengemudi.