Usaha kuliner lokal di Kota Madiun terus bertumbuh dengan beragam kisah di baliknya. Salah satunya Sate Ndeso Mas Ian, bisnis kuliner milik Binti Latifatus Sholihah yang kini dikenal pengunjung alun-alun Kota Madiun.
Binti menuturkan, usaha sate yang ia jalankan bersama suaminya bermula dari resep keluarga. Resep tersebut kemudian ia olah dan dimodifikasi agar sesuai dengan selera pelanggan. “Awalnya dari resep keluarga. Kita olah sendiri dan dimodifikasi, menyesuaikan selera pelanggan,” ujarnya.
Sebelum menekuni usaha sate, Binti sempat mencoba berjualan salad buah. Namun ia memutuskan beralih setelah mendapat saran dari ibu mertuanya yang menilai usaha sate memiliki peluang keuntungan yang lebih stabil. Usaha itu dimulai pada 2019 dan terus berjalan hingga sekarang. “Dulu sempat jualan salad buah. Tapi akhirnya beralih ke sate karena menurut ibu mertua lebih memungkinkan dari segi keuntungan,” katanya.
Perjalanan usaha tersebut tidak selalu mulus. Saat pandemi COVID-19, penjualan sempat menurun karena aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang. Untuk bertahan, Binti dan suaminya mengandalkan sistem pengantaran langsung kepada pelanggan. “Waktu pandemi kita tetap jualan, tapi lebih banyak delivery,” ujarnya.
Dalam mencari tempat berjualan, Binti mengaku sempat berpindah-pindah lokasi, mulai dari kawasan Josenan, Sambirejo, hingga Winongo. Menurutnya, lokasi menjadi faktor penting bagi usaha kuliner kaki lima. Ia kemudian memusatkan penjualan di kawasan alun-alun Kota Madiun sejak 2022 karena dinilai ramai dikunjungi, terutama anak muda pada malam hari. “Cari lokasi yang strategis itu memang tidak mudah. Kita mencoba beberapa tempat sampai akhirnya sekarang fokus di alun-alun sejak 2022,” ucapnya.
Daya tarik lain yang ditawarkan adalah harga yang terjangkau. Satu porsi sate berisi 10 tusuk dijual Rp10.000, kecuali sate tahu yang dibanderol Rp5.000 per porsi. Binti mengatakan harga tersebut tidak banyak berubah sejak 2019 sebagai strategi agar usaha cepat dikenal. Penyesuaian harga disebut hanya terjadi pada momen tertentu seperti Lebaran atau tahun baru. “Prinsip awalnya memang ingin cepat ramai. Jadi pelanggan sering datang dan tidak bosan,” katanya.
Selain sate ayam, Sate Ndeso Mas Ian menyediakan beberapa varian lain, seperti sate kulit, sate usus, sate jamur tiram, dan sate tahu. Dari berbagai menu itu, sate kulit disebut menjadi salah satu yang paling diminati, khususnya di kalangan anak muda. “Kalau yang paling laku biasanya sate kulit,” ujar Binti.
Dalam sehari, ia biasanya menyiapkan sekitar 400 tusuk sate ayam, belum termasuk varian lainnya. Saat akhir pekan, penjualan dapat meningkat menjadi sekitar 700 hingga 1.100 tusuk dalam satu malam.
Binti juga menjelaskan keunikan proses pembakaran yang dilakukan dua kali. Pertama, sate dibakar dengan bumbu asin, lalu dibakar kembali setelah diberi bumbu kacang. Teknik tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari resep keluarga yang diwariskan oleh ibu mertuanya. “Jadi rasa bumbunya sudah meresap di daging satenya, bahkan tanpa tambahan saus juga sudah terasa,” katanya.
Meski berkembang, usaha ini disebut tidak mengandalkan promosi besar di media sosial. Binti menyebut pelanggan banyak datang dari rekomendasi mulut ke mulut. Sejumlah kreator konten kuliner juga pernah mengulas, yang turut membantu memperkenalkan usaha tersebut. “Promosinya lebih banyak dari orang ke orang. Kadang orang lewat alun-alun terus coba,” ujarnya.
Di tengah persaingan kuliner yang kian ketat, Binti memilih fokus menjaga kualitas dan pelayanan. Ia mengaku tidak ingin membandingkan usahanya dengan pedagang lain. “Kalau ramai ya alhamdulillah, kalau sepi ya disyukuri saja. Yang penting kualitas jangan sampai turun,” katanya.
Kepada masyarakat yang ingin memulai usaha, Binti berpesan agar memiliki tekad kuat dan memahami bidang yang dijalankan, termasuk menghitung kebutuhan modal dengan matang. “Yang pertama itu tekad. Kita harus tahu usaha yang cocok untuk kita dan menghitung modalnya dengan matang,” tuturnya.
Kini, Sate Ndeso Mas Ian menjadi salah satu pilihan kuliner malam di alun-alun Kota Madiun, terutama bagi pencinta sate dengan harga terjangkau dan cita rasa khas.

