BERITA TERKINI
Barista Ryan Wibawa Jelaskan Mengapa Tasting Notes Kopi Bisa Berbeda bagi Tiap Orang

Barista Ryan Wibawa Jelaskan Mengapa Tasting Notes Kopi Bisa Berbeda bagi Tiap Orang

JAKARTA — Saat membeli kopi di kafe, coffee shop, atau roastery, konsumen kerap menemukan keterangan tasting notes pada kemasan. Catatan ini biasanya menggambarkan rasa dan karakter kopi, dengan istilah beragam seperti earthy, peach, raisins, grapefruit, hingga molasses.

Namun, tidak sedikit orang yang merasa rasa kopi yang diminum tidak sesuai dengan tasting notes yang tertera, atau justru merasakan catatan rasa yang berbeda dibanding orang lain saat menikmati kopi yang sama.

Barista Indonesia sekaligus peraih juara tiga World Brewers Cup 2024, Ryan Wibawa, mengatakan perbedaan tersebut bukan berarti ada yang salah pada si peminum kopi. Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa tasting notes sebuah kopi dideskripsikan dengan cara tertentu.

“Harus pahami dulu bahwa kopi yang diminum bukan ditambah flavor (perisa). Bukan berarti dengan melihat ini (bungkus kopi), langsung dapat (rasanya) kayak minuman di supermarket,” ujar Ryan saat acara Barista Takeover di Hario Cafe Tokyo di Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2024).

Ryan menjelaskan, tasting notes yang ditulis di kemasan merupakan referensi dari roaster, salah satunya terkait memori rasa yang muncul ketika ia mencicipi kopi tersebut. Misalnya, saat meminum kopi tertentu, roaster bisa teringat pengalaman menggigit buah peach.

Namun, tidak semua orang memiliki pengalaman yang sama. Ada orang yang pernah memakan buah peach secara langsung, ada pula yang hanya mengenalnya dari minuman atau makanan kemasan. “Kalau memori salah satu orang menggigit buah peach, berarti dia sudah pernah makan buah peach beneran. Tapi kalau mungkin orang lain yang tahu peach-nya hanya di minuman botolan, memori itu yang keluar. Jadi enggak ada salah, enggak ada benar,” kata Ryan.

Ia menambahkan, pada kopi yang sama, orang lain bisa saja teringat buah aprikot karena pernah mencicipinya sebelumnya. Perbedaan pengalaman ini membuat persepsi rasa setiap orang tidak selalu identik.

Untuk membantu mengenali rasa dan karakter kopi dengan lebih baik, Ryan menyarankan latihan sensoris dengan cara menganalisis rasa makanan atau minuman sebelum menelannya. Ia mencontohkan, saat berbelanja di supermarket, seseorang bisa mencoba membandingkan rasa grapefruit dengan jeruk sunkist dan memperhatikan perbedaan tingkat asam, intensitas, serta aroma.

Ryan juga mengingatkan agar peminum kopi tidak terlalu terpaku pada tasting notes di kemasan. Menurutnya, fokus berlebihan mencari rasa yang tertulis dapat mengalihkan perhatian dari proses menikmati kopi dan melatih kemampuan sensoris.

“Ngapain ini (tasting notes) dicari? Kan semua orang pengalamannya beda-beda. Akhirnya enggak belajar sensori,” ujar dia.

Selain itu, terlalu bergantung pada tasting notes dapat memunculkan rasa kecewa ketika catatan rasa yang diharapkan tidak ditemukan. Padahal, bisa jadi lidah seseorang belum pernah “merekam” pengalaman rasa yang dimaksud dalam deskripsi tersebut.