BERITA TERKINI
Bali Interfood 2025 Digelar 10–12 September di Nusa Dua, Targetkan 15.000 Pengunjung

Bali Interfood 2025 Digelar 10–12 September di Nusa Dua, Targetkan 15.000 Pengunjung

Pameran internasional Bali Interfood 2025 akan kembali digelar untuk keenam kalinya pada 10–12 September 2025 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung. Ajang ini menampilkan produk, inovasi, serta teknologi terbaru di sektor makanan dan minuman, bakery, horeka (hotel, restoran, kafe), jasa boga, hingga pengolahan dan pengemasan, sekaligus menjadi ruang pertemuan pelaku usaha lokal dan internasional.

Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Senin (25/8) di Bali Tourism Board, Denpasar, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran ini sejalan dengan tren positif perekonomian Bali. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perekonomian Bali pada triwulan I 2025 tumbuh 5,52 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,19 persen (yoy), serta melampaui capaian nasional 4,87 persen (yoy). Data tersebut dinilai menegaskan pentingnya sektor pariwisata dan kuliner sebagai penggerak ekonomi daerah.

CEO Krista Exhibitions Daud D Salim mengatakan Bali Interfood 2025 akan diikuti 110 peserta, termasuk 40 UMKM, dari 17 negara. Negara peserta antara lain Belgia, China, Jerman, Hongkong, Italia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam. Panitia menargetkan 15.000 pengunjung selama pameran berlangsung.

Daud menjelaskan, Bali Interfood 2025 merupakan bagian dari rangkaian pameran makanan dan minuman yang diselenggarakan Krista Exhibitions di tiga kota besar. Rangkaian tersebut mencakup Surabaya melalui East Food Indonesia, Bali melalui Bali Interfood, dan puncaknya di Jakarta pada 12–15 November 2025 di JIExpo Kemayoran dengan tema SIAL Interfood. Ia menambahkan, lebih dari 1.200 peserta dari 25 negara direncanakan berpartisipasi pada pameran puncak di Jakarta.

Selain menjadi ajang temu bisnis, Bali Interfood 2025 menghadirkan program Business Matching yang mempertemukan produsen, buyer, distributor, dan investor. Sejumlah kegiatan lain juga disiapkan, seperti Cooking Demo Catcher Gourmet “Flavor Forum”, Cooking Demo Pabrik Powder “Dialogue in a Cup of Tea”, talkshow, serta edukasi praktik keberlanjutan dari Cocoa Sustainability Partnership (CSP).

Pameran ini akan berlangsung bersamaan dengan agenda lain, yakni Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2025. Penyelenggara menilai kolaborasi agenda tersebut dapat memperluas ruang pertemuan bisnis dan peluang inovasi di sektor terkait.

Bali Interfood 2025 disebut mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Perdagangan RI, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah asosiasi industri, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GaPMMI), Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Asosiasi Purchasing Hotel Indonesia (APHI), Cocoa Sustainability Partnership (CSP), dan Bali Restaurant Café Association (BRCA).

Pameran ini terbuka bagi pelaku bisnis, pengusaha hotel, restoran, kafe, katering, peritel modern maupun tradisional, produsen bahan baku, hingga investor. Pendaftaran pengunjung dapat dilakukan secara daring melalui register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood hingga 9 September 2025. Registrasi juga tersedia di lokasi pameran dengan biaya masuk Rp 100.000 yang berlaku selama tiga hari.

Dengan dukungan berbagai pihak, penyelenggara berharap Bali Interfood 2025 dapat menjadi etalase kuliner nusantara dan ajang strategis untuk memperluas jejaring bisnis internasional, sekaligus memperkuat peran Bali sebagai pusat pariwisata dan kuliner.