Minat masyarakat Indonesia terhadap makanan pedas turut mendorong meningkatnya permintaan cabai, baik dalam bentuk segar maupun yang telah diolah menjadi bumbu instan. Beragam kuliner bercita rasa pedas, dari camilan hingga makanan utama, membuat kebutuhan bahan dan bumbu pedas terus tumbuh di pasar.
Menjawab kebutuhan industri makanan, PT Ajinomoto Indonesia meluncurkan Piliplus, bumbu peningkat rasa pedas (spicy enhancer seasoning). Produk ini diklaim dapat meningkatkan serta membuat rasa pedas lebih tahan lama pada berbagai makanan atau produk olahan yang mengandung cabai.
Ajinomoto menyebut bumbu instan tersebut dibuat dengan bahan khusus dan teknologi dari Ajinomoto Co., Inc. (Jepang), serta dipadukan dengan sejumlah bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, bombay, garam, gula, penguat rasa, dan bahan lainnya. Selain meningkatkan rasa pedas, produk ini juga diklaim dapat menurunkan biaya produksi atau mengurangi pemakaian cabai segar hingga 30%, memperbaiki kualitas, menjaga keseimbangan rasa pedas, serta membantu menjaga kestabilan harga.
Brand Manager Industry Dept. PT Ajinomoto Indonesia, Toni Iskandar, mengatakan pasar produsen olahan cabai atau sambal di Indonesia tergolong besar, namun kerap menghadapi persoalan fluktuasi harga, pasokan, dan kualitas cabai segar. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada keuntungan produsen saus cabai, olahan sambal, dan produk makanan pedas lainnya.
“Dari tahun ke tahun, pasar produsen olahan cabai atau sambal di Indonesia cukup besar, namun harga, pasokan, dan kualitas cabai segar sangat tidak stabil, sehingga para produsen saus cabai, olahan sambal, dan produk makanan pedas lainnya yang mengandung cabai cukup terkena dampak dari segi keuntungan mereka. Hal inilah yang mendasari kami meluncurkan produk terbaru ini,” ujar Toni dalam siaran pers.
Toni menambahkan, peluncuran Piliplus juga disebut menjadi bagian dari kegiatan ASV (The Ajinomoto Group Creating Shared Value) yang dijalankan grup perusahaan. Melalui inisiatif tersebut, Ajinomoto menyatakan berupaya berkontribusi pada pemanfaatan sumber daya pangan secara efektif di Indonesia, sekaligus menyelesaikan masalah sosial yang mengarah pada penciptaan nilai ekonomi melalui kegiatan bisnis, sejalan dengan pertumbuhan perusahaan.

