Sushi merupakan salah satu kuliner Jepang yang telah mendunia dan digemari berbagai kalangan. Berawal dari metode pengawetan ikan berabad-abad lalu, sushi berkembang menjadi hidangan dengan ragam bentuk, rasa, tekstur, dan teknik penyajian. Di Jepang, jenisnya beragam—mulai dari temaki berbentuk kerucut hingga makizushi berbentuk silinder—dengan nigiri sebagai salah satu yang paling populer, yakni potongan ikan atau bahan lain yang diletakkan di atas gumpalan nasi padat (shari).
Bagi yang ingin mengenal lebih jauh variasi sushi, berikut 28 nama sushi populer beserta ciri umumnya, mencakup pilihan ikan, seafood, hingga varian non-tradisional yang kini banyak ditemui.
Variasi sushi dengan ikan tuna
1. Maguro (tuna) — Menggunakan daging tuna bagian akami (daging merah rendah lemak). Warnanya merah keunguan, teksturnya padat, dan rasanya cenderung bersih serta ringan.
2. Chu-toro — Diambil dari bagian perut tengah hingga belakang. Lemaknya lebih tinggi daripada maguro biasa, sehingga terasa lebih lembut dan kaya.
3. O-toro — Bagian premium dari perut depan tuna. Tampak bermarmer karena lemak tinggi, rasanya sangat kaya dan teksturnya mudah “meleleh”. Kadang disajikan dengan sentuhan torch untuk aroma smokey.
Variasi sushi dengan salmon
4. Toro salmon — Menggunakan bagian perut salmon yang berlemak. Teksturnya lembut dengan rasa yang lebih kaya.
5. Salmon — Meski bukan topping tradisional, salmon menjadi pilihan populer. Rasanya ringan dengan tekstur creamy, kerap dianggap ramah untuk pemula.
Variasi sushi dengan mackerel
6. Shime-saba (makerel marinasi) — Ikan saba dimarinasi garam dan cuka untuk menjaga kesegaran. Menghasilkan rasa dengan kesan laut yang segar.
7. Sawara (makerel Spanyol) — Dianggap mackerel kelas atas. Dagingnya putih kemerahan, rasanya gurih namun ringan; bisa disajikan polos atau dipanggang ringan.
8. Aji (makerel kuda) — Rasanya lebih ringan dan sedikit manis. Dapat disajikan mentah atau dimarinasi ringan, sering dipadukan jahe, daun bawang, atau sentuhan sitrus.
Variasi sushi dengan ikan kecil
9. Iwashi (sardine) — Iwashi segar memiliki rasa manis dan berminyak. Umumnya disajikan dengan jahe dan daun bawang untuk menyeimbangkan rasa.
10. Sanma (saury Pasifik) — Spesialitas musim gugur dengan rasa laut yang kuat. Bisa dimakan mentah atau dipanggang ringan (aburi) sehingga dagingnya terasa juicy.
11. Kohada (ikan sarden gizzard) — Termasuk kelompok ikan berkilau perak. Kerap disajikan dengan kulit peraknya di atas nigiri dan biasanya dimarinasi cuka serta garam karena rasanya kuat.
Variasi sushi dengan ikan yellowtail
12. Kampachi (yellowtail muda) — Berwarna krem dengan pinggiran merah muda. Rasanya bersih, ringan, dan sedikit manis; disebut memiliki musim terbaik dari awal musim panas hingga musim gugur.
13. Buri (yellowtail dewasa) — Dianggap ikan mewah dengan rasa padat dan creamy. Waktu terbaik disebut pada Desember hingga Februari saat lemaknya meningkat.
Variasi sushi dengan ikan lainnya
14. Katsuo (bonito) — Populer sejak era Edo, berdaging merah-ungu gelap dengan rasa kuat. Umumnya disajikan bersama daun bawang dan jahe.
15. Engawa (sirip ikan sebelah) — Bagian sirip ekor yang dianggap istimewa. Teksturnya lembut sedikit kenyal dengan rasa buttery; dapat disajikan mentah atau dipanggang ringan, kadang dengan garam atau saus ponzu.
16. Tai (ikan kakap) — Dagingnya hampir transparan dengan warna putih kemerahan. Rasanya lembut dan manis, rendah lemak, serta disebut kaya vitamin B.
Variasi sushi dengan seafood
17. Tako (gurita) — Umumnya di-blanch lebih dulu agar rasa dan teksturnya lebih menarik. Hasilnya rasa manis ringan dengan tekstur agak kenyal.
18. Geso (tentakel cumi-cumi) — Disajikan dekoratif di atas nasi, bertekstur kenyal dengan rasa lembut. Bisa mentah atau dipanggang, kadang diberi citrus atau ponzu.
19. Ika (cumi-cumi) — Salah satu yang populer adalah surume ika. Biasanya disajikan dengan pola sayatan; kadang diberi daun shiso di antara cumi dan nasi.
20. Hotate (kerang scallop) — Dikenal berdaging halus dan mengilap dengan rasa lembut sedikit manis. Pada nigiri, sering diiris melintang agar menyerupai bentuk “kupu-kupu”, cocok dipadukan dengan citrus.
21. Uni (bulu babi) — Disebut termasuk hidangan mewah. Berwarna oranye cerah, bertekstur creamy, dengan rasa buttery dan karakter laut yang kuat; sering dipadukan sedikit wasabi.
Variasi sushi dengan belut
22. Unagi (belut air tawar) — Dikenal bercita rasa kaya dan kuat. Umumnya dipanggang dan diolesi saus tare berbasis kecap yang manis.
23. Anago (belut air laut) — Mirip unagi, tetapi disebut memiliki kelembutan dan kecerahan rasa berbeda. Teksturnya fluffy dan biasanya juga diberi saus tare.
Variasi sushi lainnya
24. Kazunoko (telur ikan herring) — Telur ikan yang dikeringkan atau diasinkan hingga menghasilkan tekstur renyah dan rasa tajam. Sering diikat ke nasi dengan strip nori.
25. Hokkigai (kerang surf) — Mudah dikenali dari bentuk bergelombang dengan gradasi merah muda. Rasanya ringan dan elegan dengan sedikit kekenyalan.
26. Ebi (udang) — Memiliki banyak variasi, termasuk kuruma-ebi, ama-ebi, dan botan-ebi. Umumnya disajikan sudah dikupas dengan ekor masih menempel.
27. Wagyu — Varian yang tidak tradisional namun kian populer. Marbling lemaknya memberi rasa kaya dan gurih; bisa mentah atau dipanggang ringan (aburi).
28. Tamagoyaki — Telur dadar gulung dengan campuran dashi, kecap asin, dan mirin. Meski tampak sederhana, pembuatannya membutuhkan keahlian; rasanya manis-gurih dan kerap menjadi penutup dalam rangkaian sushi.
Beragamnya jenis sushi menunjukkan bagaimana tradisi, keterampilan, dan kualitas bahan berpadu dalam satu hidangan. Mencoba variasi yang berbeda dapat memberi gambaran lebih luas tentang karakter rasa dan tekstur yang ditawarkan sushi.

