Buku kelima seri Toko Jajanan Ajaib Zenitendo karya Reiko Hiroshima menghadirkan petualangan yang disebut lebih seru, misterius, dan menantang dibandingkan judul-judul sebelumnya. Jika biasanya cerita berpusat pada para pembeli dan konsekuensi dari pilihan mereka, kali ini konflik meluas ke persoalan internal yang mengancam keberadaan toko Zenitendo itu sendiri.
Cerita dibuka dengan situasi kacau ketika jajanan ajaib diduga dicuri dan kemudian tersebar ke banyak orang. Nyonya Beniko, penjaga toko Zenitendo, dibuat kelimpungan untuk menyelidiki sumber kekacauan tersebut.
Ketegangan meningkat setelah diketahui sejumlah jajanan ajaib Zenitendo telah dicuri dan bahkan dijual bebas oleh sosok yang tidak dikenal. Sebagian jajanan juga dibuang di jalanan dan ditemukan oleh orang-orang yang semestinya tidak menerimanya. Peristiwa itu mengubah dinamika cerita: bukan lagi semata soal cara seseorang memanfaatkan jajanan ajaib, melainkan tentang penyalahgunaan kekuatan dan dampak kekacauan yang ditimbulkannya.
Dalam buku ini, Nyonya Beniko mendapat porsi lebih besar. Ia tidak hanya tampil sebagai penjaga toko yang tenang dan bijak, tetapi juga tokoh yang bergerak aktif untuk menyelamatkan jajanan-jajanan ajaib miliknya. Sisi magis dan kemampuannya yang sebelumnya terasa misterius juga lebih banyak ditunjukkan.
Salah satu bagian yang menonjol adalah ketika Nyonya Beniko harus memasuki dunia gim untuk mengambil kembali sebuah Lencana Virtual. Lencana itu digunakan oleh seorang pria yang kecanduan gim hingga lebih memilih hidup di dunia virtual. Dalam misi tersebut, Beniko bukan hanya berupaya merebut kembali barang miliknya, tetapi juga membantu pria itu menghadapi monster virtual yang menjadi simbol masalah hidupnya.
Unsur fantasi yang selama ini cenderung ringan kemudian berpadu dengan konflik yang lebih besar, termasuk kaitan antara dunia nyata dan dunia digital. Meski demikian, kisahnya tetap dikemas dengan cara yang ramah untuk pembaca anak-anak, sekaligus cukup menggugah bagi pembaca dewasa.
Menjelang akhir, epilog memberikan jawaban mengenai siapa dalang di balik pencurian dan penyebaran jajanan ajaib. Motif pelaku terungkap, dan meski tindakannya berniat jahat, ada alasan pribadi yang membuatnya terasa manusiawi. Namun cerita juga menegaskan adanya konsekuensi: pelaku akhirnya menerima hukuman yang setimpal.
Secara keseluruhan, Zenitendo 5 digambarkan memiliki alur yang ringan namun sarat pesan moral. Selain menyuguhkan dunia ajaib yang imajinatif, novel ini mengajak pembaca merenungkan tanggung jawab, pilihan, dan akibat dari penyalahgunaan sesuatu yang seharusnya digunakan dengan bijak. Cerita-cerita pendek di dalamnya tetap mempertahankan gaya naratif khas Zenitendo yang sederhana dan penuh makna.
Buku ini disebut cocok untuk berbagai kalangan, baik anak-anak pencinta kisah fantasi maupun pembaca dewasa yang mencari bacaan ringan, menghibur, dan bermakna.

