Ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr Zaidul Akbar, membagikan resep suplemen booster berbahan herbal yang disebut memiliki beragam manfaat bagi tubuh, mulai dari menguatkan daya ingat hingga membersihkan paru-paru. Resep tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar menyebut suplemen herbal ini diklaim bermanfaat untuk menguatkan imunitas tubuh, mendukung sistem pencernaan, membantu fungsi jantung, menguatkan daya ingat, membersihkan paru-paru, menyuplai enzim, serta sebagai suplemen anti-aging.
Meski manfaatnya disebut beragam, bahan yang digunakan hanya dua bumbu dapur, yakni jahe bubuk dan kunyit bubuk. Cara membuatnya, jahe bubuk sebanyak satu sendok teh dimasukkan ke dalam gelas kecil, lalu ditambahkan kunyit bubuk dengan takaran yang sama.
Setelah itu, tambahkan madu sebanyak tujuh sendok makan, aduk hingga merata, lalu diamkan selama beberapa jam sebelum dikonsumsi. “Setelah dibiarkan beberapa jam, tercampur sempurna mereka, maka jadilah suplemen booster buat tubuh dengan segudang manfaat yang disebutkan tadi,” kata dr Zaidul Akbar, dikutip Jumat (25/10/2024).
Terkait takaran konsumsi harian, dr Zaidul Akbar menyarankan orang dewasa mengonsumsi satu sendok teh per hari. Suplemen ini juga disebut bisa diberikan kepada anak-anak, namun dengan takaran setengah sendok teh dan dicampurkan ke air.
Ia menambahkan suplemen tersebut dapat dicampur air lagi dan disimpan pada suhu kamar. Untuk alasan keamanan, ia menyarankan konsumsi dilakukan setelah makan karena pada sebagian orang dapat menurunkan tekanan darah.
Dalam kesempatan lain, dr Zaidul Akbar juga menyoroti risiko konsumsi minuman manis berlebihan, terutama bagi wanita. Ia menyebut gula dalam minuman manis, termasuk minuman kekinian seperti bubble tea, dapat memicu lonjakan dopamin yang menimbulkan rasa bahagia sementara dan berpotensi menimbulkan kecanduan.
Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi gula pasir secara berlebihan berisiko memicu berbagai masalah kesehatan serius, seperti gangguan hormon, masalah menstruasi, kanker, stroke, hingga penyakit jantung. Dalam konteks itu, ia menganjurkan penggunaan pemanis alami.

