BERITA TERKINI
Wali Kota Medan Dorong Menu B2SA Karya PKK Masuk Hotel Bintang Lima

Wali Kota Medan Dorong Menu B2SA Karya PKK Masuk Hotel Bintang Lima

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong agar hasil Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tidak berhenti sebagai sajian kompetisi, melainkan dikembangkan menjadi menu kuliner yang dapat dipasarkan lebih luas, termasuk ke hotel berbintang.

Rico secara khusus meminta tiga menu terbaik—juara pertama, kedua, dan ketiga—yang difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) untuk direkomendasikan menjadi sajian di Hotel Grand Mercure Medan. Menurutnya, langkah ini dapat membuka ruang promosi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kreativitas pangan lokal.

“Saya tidak mau kalau kita hanya berakhir di sini lomba karyanya, tapi kita juga mau itu berlanjut dan diperkenalkan kepada publik lebih luas. Nanti kita minta dari PHRI menunya akan diadaptasikan, masuk ke dalam Hotel Grand Mercure, dan kita minta di situ dari level PKK dan juga ketahanan pangan ada di sana,” ujar Rico saat menghadiri Lomba Cipta Menu B2SA di Gedung Warenhuis Medan, Rabu (4/11/2026).

Lomba yang diikuti 21 Tim Penggerak (TP) PKK kecamatan se-Kota Medan itu menampilkan inovasi pengolahan bahan pangan lokal menjadi hidangan sehat, menarik, dan kaya gizi, dengan ikan sebagai salah satu bahan utama. Berbagai menu yang disajikan antara lain nasi kentang kukus, aneka olahan ikan, sayur urap daun kelor tenggiri, ebi sayuran, bola-bola seafood, hingga lontong singkong.

Kegiatan tersebut diinisiasi TP PKK Kota Medan dengan tema “Inovasi Kuliner Lokal Kota Medan, Ayo Makan Ikan untuk Medan Berkelanjutan”. Rico berharap karya terbaik dari lomba B2SA dapat ditampilkan langsung kepada publik, dipromosikan melalui sektor pariwisata, serta menjadi inspirasi menu sehari-hari bagi keluarga di Kota Medan.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi agar ajang tersebut tidak sekadar menjadi lomba tahunan. Menurut Rico, kreasi pangan lokal yang digagas TP PKK dan Dinas Ketahanan Pangan memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas serta disinergikan dengan berbagai pihak di Kota Medan.

“Makanan yang diperlombakan ini ada kreasi, ada gizinya, dan layak untuk diperkenalkan ke publik karena ini kreasi anak-anak kita dari kecamatan,” kata Rico.

Selain mendorong promosi menu, Rico menyoroti pentingnya penerapan pola makan sehat berbasis pangan lokal dan pengolahan ikan di tingkat rumah tangga. Ia menilai anak-anak hingga orang tua kerap kurang mengontrol konsumsi makanan, seperti jajanan luar, gorengan, serta makanan tinggi lemak. Melalui kreasi menu ikan kukus dan pengolahan rendah lemak yang higienis, ia berharap kesehatan keluarga di Kota Medan lebih terjaga melalui pangan rumahan yang aman.

Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas mengapresiasi kreativitas dan inovasi peserta dari 21 kecamatan yang berpartisipasi. Ia menekankan ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengonsumsi pangan yang aman, seimbang, dan bergizi.

“Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan bahan makanan, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengonsumsi pangan yang aman, seimbang, dan bergizi agar masyarakat Medan tidak hanya kenyang, melainkan juga sehat, cerdas, serta produktif,” ujar Airin.

Airin juga menyoroti kreasi olahan pangan lokal dan teknik penyajian modern yang ditampilkan peserta. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah inovasi olahan ikan mas tanpa duri menyerupai siomay yang dinilainya ramah untuk anak-anak. Ia berharap gerakan B2SA tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi diterapkan di lingkungan rumah tangga, sekolah, hingga komunitas.

Dalam lomba tersebut, Kecamatan Medan Timur meraih juara pertama, disusul Kecamatan Medan Kota sebagai juara kedua, dan Kecamatan Medan Polonia di posisi ketiga. Juara harapan 1 diraih Kecamatan Medan Maimun, juara harapan 2 Kecamatan Medan Marelan, dan juara harapan 3 Kecamatan Medan Area.

Acara juga dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada pemenang yang diserahkan Rico didampingi Airin. Sebelum penyerahan hadiah, Rico dan Airin meninjau meja seluruh peserta serta mencicipi berbagai sajian B2SA yang ditampilkan.