BERITA TERKINI
MotoGP Mandalika 2026 Catat Omzet UMKM Rp2,94 Miliar dalam Tiga Hari, Kuliner Lokal Paling Laku

MotoGP Mandalika 2026 Catat Omzet UMKM Rp2,94 Miliar dalam Tiga Hari, Kuliner Lokal Paling Laku

Lombok Tengah — Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menghadirkan balapan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat total omzet penjualan produk UMKM selama tiga hari penyelenggaraan mencapai Rp2,94 miliar.

Direktur Komersial dan Pemasaran ITDC, Febrina Mediana, menyebut sebanyak 769 UMKM tercatat berpartisipasi dalam gelaran tersebut. Menurutnya, transaksi pada hari ketiga menjadi yang tertinggi dengan nilai mencapai Rp1,63 miliar, sementara penjualan didominasi kuliner lokal.

Capaian omzet itu berasal dari aktivitas perdagangan di berbagai titik komersial, baik di dalam maupun di luar area sirkuit. ITDC menyatakan keterlibatan UMKM dalam penyelenggaraan ajang internasional didorong untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Dari total 769 UMKM yang terlibat, ekosistem komersial di kawasan sirkuit mencakup 310 gerai yang terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional. Rinciannya, 180 merupakan UMKM binaan dinas, 73 gerai berada di area festival, 47 gerai di area tribun utama (grandstand), serta masing-masing 5 gerai di area Nusantara dan Paddock Cafe.

Partisipasi di dalam sirkuit juga mencakup 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina di area festival, serta pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota yang mengikuti Lombok Sumbawa Festival (LSF).

Sementara itu, di luar kawasan sirkuit, sebanyak 459 UMKM meramaikan aktivitas perdagangan di sejumlah titik. Rinciannya meliputi 189 UMKM di area Bazar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol II, serta 270 UMKM di area parkir dan beberapa lokasi di sekitar sirkuit.

Febrina menyatakan keterlibatan UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang dari kegiatan berskala nasional maupun internasional. ITDC juga berencana mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran.

Berdasarkan catatan ITDC, kontribusi omzet terbesar berasal dari area gerai komersial sebesar Rp1.125.167.280 atau 38,3 persen. Selanjutnya, UMKM binaan menyumbang Rp848.999.700 atau 28,9 persen, UMKM dinas sebesar Rp715.013.000 atau 24,3 persen, serta area Paddock sebesar Rp251.384.588 atau 8,5 persen.

Aktivitas penjualan mencapai puncaknya pada hari ketiga penyelenggaraan, dengan omzet sekitar Rp1,638 miliar atau 55,7 persen dari total omzet tiga hari.

Dari sisi produk, makanan lokal menjadi kategori dengan kontribusi terbesar yakni 29,7 persen. Setelah itu diikuti kopi 22,9 persen, minuman 20 persen, panganan 16,8 persen, dan makanan barat 10,7 persen.