BERITA TERKINI
Uya Kuya Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Kebayoran Lama, Tekankan Manfaat Gizi dan Dampak Ekonomi

Uya Kuya Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Kebayoran Lama, Tekankan Manfaat Gizi dan Dampak Ekonomi

Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga di Aula Masjid Jami’ Ni’matul Ittihad, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) siang.

Dalam kegiatan tersebut, Uya Kuya hadir bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), M Iqbal Salim. Keduanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat MBG serta pentingnya dukungan publik terhadap pelaksanaan program tersebut.

Uya Kuya menjelaskan, MBG dirancang agar anak-anak usia sekolah mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari. Program ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak sebagai bagian dari fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Uya Kuya, MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Ia menilai keberhasilan program membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“MBG adalah upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujar Uya Kuya.

Ia menambahkan, MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Program ini juga diharapkan mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal serta melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha makanan dan minuman.

Uya Kuya menyebut, melalui sistem pengelolaan yang terstruktur dan dukungan arsitektur digital untuk pengawasan penggunaan anggaran, MBG diharapkan dapat memastikan distribusi gizi tepat sasaran sekaligus menciptakan pasar baru bagi produk pangan lokal.

Selain itu, ia menilai MBG berpotensi membuka lapangan pekerjaan di berbagai daerah, termasuk di DKI Jakarta. Uya Kuya mengatakan, setiap dapur MBG yang beroperasi dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar.

“Setiap dapur yang beroperasi bisa mempekerjakan sekitar 47 orang. Jika dalam satu kecamatan terdapat beberapa dapur, maka puluhan hingga ratusan lapangan pekerjaan baru dapat tercipta,” ujarnya.

Uya Kuya berharap masyarakat mendukung program tersebut sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.