BERITA TERKINI
Ussy Sulistiawaty Tutup Nasi Bejeg Wijaya Usai Konflik Internal, Pilih Rehat dari Bisnis

Ussy Sulistiawaty Tutup Nasi Bejeg Wijaya Usai Konflik Internal, Pilih Rehat dari Bisnis

Artis sekaligus penyanyi Ussy Sulistiawaty mengumumkan penutupan bisnis kulinernya, Nasi Bejeg Wijaya. Keputusan tersebut diambil setelah muncul masalah keuangan internal yang disebutnya fatal.

Ussy mengatakan, penutupan usaha itu juga membuatnya ingin berhenti berbisnis untuk sementara waktu. Ia memilih menenangkan diri dan menelaah penyebab konflik yang terjadi.

“Untuk sekarang aku lagi nggak mau berbisnis apa-apa. Aku perlu cooling down, menelaah, kenapa seperti ini,” kata Ussy dalam unggahan di media sosial pribadinya, dikutip Selasa (7/7).

Dalam pernyataannya, Ussy mengungkapkan kekecewaan terhadap oknum yang bekerja sama dengannya dalam bisnis tersebut. Ia berharap pengalaman ini bisa menjadi pelajaran, terutama terkait pentingnya menjaga hubungan baik dibanding mengejar uang semata.

“Uang memang kita perlukan, tapi uang bukan segalanya. Jangan pernah korbankan persaudaraan hanya karena uang,” tutur Ussy.

Meski mengaku bermasalah dengan beberapa oknum, Ussy menegaskan hubungannya dengan pemilik lain Nasi Bejeg Wijaya tetap baik. Ia berharap pertemanan dan persaudaraan dengan para pemilik lain tetap terjaga meski kerja sama bisnis berakhir.

“Kerja sama kita berakhir sampai di sini, tapi semoga pertemanan kita, persaudaraan kita akan terus berlanjut sampai kapan pun,” ujarnya.

Ussy juga memaparkan bahwa konflik internal yang memicu penutupan berkaitan dengan adanya oknum yang membuat kontrak di belakang merek Nasi Bejeg Wijaya untuk memperoleh keuntungan pribadi. Ia menyebut ada kerja sama yang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan dirinya maupun pemilik lain.

“Oknum ini melakukan kerja sama under table Nasi Bejeg, kenapa disuruh sama si E nggak usah ngomong sama Ussy, sama owner lain, dia nurut?” kata Ussy.

Ia menambahkan bahwa apabila kerja sama tersebut menghasilkan keuntungan, pihak yang melakukannya akan menerima manfaat secara pribadi. Namun ketika masalah muncul, kerugian justru berdampak pada pihak lain.

“Kalau ini ada untung, kamu yang dapat, karena ini diam-diam, ketika begini, karena si E kabur, uangmu kesangkut. Kalau nggak kebongkar, kamu dapat keuntungan itu, kami nggak tahu apa-apa,” tambahnya.

Setelah keputusan penutupan diambil, Ussy menyebut dirinya dan para pemilik lain sepakat untuk tidak membuka usaha kuliner serupa di kemudian hari. Kesepakatan itu juga mencakup larangan bagi para pemilik untuk menjual kembali Nasi Bejeg dengan menu yang sama.

“Nasi Bejeg Wijaya dibangun dengan rasa cinta. Kita berpikir, biar adil, tidak boleh ada owner yang menjual Nasi Bejeg lagi dengan menu-menu yang sama,” tutup Ussy.