BERITA TERKINI
Food Truck Bolosego Hanya Berjualan Sehari di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Pemilik Ungkap Beban Biaya Parkir dan Pengeluaran Tak Terduga

Food Truck Bolosego Hanya Berjualan Sehari di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Pemilik Ungkap Beban Biaya Parkir dan Pengeluaran Tak Terduga

Sebuah food truck bernama Bolosego menghentikan operasionalnya lebih cepat dari rencana saat berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid), Yogyakarta. Usaha kuliner yang semula dijadwalkan beroperasi selama lima hari, dari 16 hingga 20 September, itu akhirnya hanya berjualan satu hari.

Pemilik Bolosego, Dyah L Fardisa, menyebut keputusan tersebut diambil setelah ia menghadapi sejumlah pengeluaran yang tidak diperhitungkan sejak awal. Menurut Dyah, biaya parkir menjadi salah satu faktor utama yang memberatkan meski izin berjualan telah diperoleh.

Selain biaya parkir, Dyah juga mengungkap adanya permintaan menyiapkan makanan untuk sejumlah orang yang tidak masuk dalam perencanaan. Permintaan tersebut membuat kebutuhan bahan baku meningkat, sehingga biaya operasional ikut bertambah.

Dyah menambahkan, kebutuhan listrik juga menjadi persoalan tersendiri bagi food truck. Ia membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menjaga kualitas makanan, namun ketersediaan listrik di lokasi disebut tidak selalu dapat diperoleh dengan harga yang wajar. Kondisi itu membuat biaya listrik menjadi beban tambahan.

Di luar itu, Dyah menyebut adanya biaya lain yang turut muncul, termasuk yang berkaitan dengan kepolisian. Akumulasi pengeluaran tersebut, menurutnya, membuat rencana berjualan selama beberapa hari di Alkid menjadi tidak realistis dan berisiko menimbulkan kerugian lebih besar.

Penghentian operasional lebih awal ini juga berdampak pada pelanggan yang telah menantikan kehadiran Bolosego di Alkid. Sejumlah pengunjung yang berencana datang pada hari-hari berikutnya tidak dapat menikmati menu yang ditawarkan.

Dyah turut menyoroti praktik pungutan parkir di kawasan Alkid yang dinilainya menambah beban pelaku usaha kecil. Ia menilai, biaya yang muncul di luar perencanaan dapat menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha, meski perizinan telah dikantongi.

Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan kepastian biaya operasional di ruang publik. Dyah berharap ada regulasi dan kebijakan yang lebih jelas agar pelaku usaha kecil dapat menjalankan kegiatan usaha tanpa dibebani pengeluaran yang tidak terduga.