BERITA TERKINI
Tujuh Strategi UMKM Kuliner Naik Kelas Tanpa Bergantung pada Tambahan Modal

Tujuh Strategi UMKM Kuliner Naik Kelas Tanpa Bergantung pada Tambahan Modal

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu menerapkan strategi berlapis untuk naik kelas, tidak semata mengandalkan tambahan modal. Topik ini dibahas dalam program Obrolan Astacita Pro4 RRI Surakarta pada 7 September 2026.

Dalam dialog bertema “Wedangan Naik Kelas, UMKM Tumbuh, Ekonomi Rakyat Menguat” yang dipandu Roy Rohim, Esther, M.M selaku pemilik Wedangan MM membagikan pengalamannya mengembangkan usaha wedangan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat. Obrolan Astacita sendiri merupakan dialog radio Pro4 RRI Surakarta yang membahas isu ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Berikut tujuh cara yang disampaikan Esther agar UMKM kuliner dapat naik kelas tanpa sekadar menambah modal.

1. Menjaga kualitas produk
Kualitas produk menjadi dasar agar pelanggan merasa puas dan kembali membeli. Esther memilih mengolah makanan sendiri agar kualitas bahan dan rasa lebih mudah dikontrol.

2. Memberikan pelayanan terbaik
Pelayanan dinilai penting untuk mempertahankan pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner. Menurut Esther, pelanggan perlu dihargai dan dilayani dengan baik tanpa memandang latar belakang ekonominya.

3. Menjaga harga tetap bersaing
Pelaku usaha perlu menentukan harga yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelanggan dan keuntungan usaha. Esther memilih menjaga harga agar pelanggan tidak merasa dimanfaatkan ketika harga bahan mengalami perubahan.

4. Membangun komunitas pelanggan
Lokasi usaha bukan satu-satunya penentu keberlangsungan bisnis apabila pelaku memiliki komunikasi yang kuat dengan pelanggan. Wedangan MM memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp untuk menyampaikan informasi kepada komunitasnya.

5. Menyisihkan keuntungan untuk pengembangan
Keuntungan usaha perlu disisihkan agar dapat digunakan kembali untuk mengembangkan bisnis. Cara ini membantu mengurangi ketergantungan terhadap utang tambahan saat ingin naik kelas. “Kalau mau naik kelas ya kembali lagi, usaha naik kelas itu menyisihkan apa yang kemarin kita dapat,” ujar Esther.

6. Konsisten pada usaha utama
Pelaku UMKM dinilai perlu fokus mengembangkan usaha utama sebelum membuka cabang atau usaha tambahan. Esther mengingatkan agar pelaku tidak mudah berganti usaha ketika menghadapi masa sepi.

7. Mengukur keberhasilan dari pertumbuhan pelanggan
Menurut Esther, bertambahnya pelanggan menjadi salah satu ukuran penting bahwa usaha mengalami perkembangan. Pertumbuhan pelanggan berpotensi meningkatkan omzet sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha.

Melalui kombinasi kualitas, pelayanan, harga, pemasaran, pengelolaan keuntungan, dan konsistensi, UMKM kuliner dinilai dapat naik kelas. Modal tetap penting, namun keberhasilan juga ditentukan kemampuan pelaku mempertahankan pelanggan dan mengelola bisnis.

Dialog pemberdayaan masyarakat lainnya dapat didengarkan melalui Pro4 RRI Surakarta 95,2 FM atau RRI Digital. Pendengar juga dapat menyimpan nomor Pro4 089520895244 untuk mengetahui informasi berbagai acara.