BERITA TERKINI
Bupati Padangpariaman Sidak Tiga Dapur SPPG, Soroti Higiene dan Pengelolaan Limbah

Bupati Padangpariaman Sidak Tiga Dapur SPPG, Soroti Higiene dan Pengelolaan Limbah

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan program pemenuhan gizi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman beserta jajaran, Bupati meninjau SPPG Ketaping, SPPG Anduang Sintuk, dan SPPG Lubuk Alung. Peninjauan dilakukan dengan memeriksa tahapan penyediaan makanan secara menyeluruh, mulai dari penerimaan bahan pangan, penyimpanan, proses pengolahan, hingga makanan siap disajikan dan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Dalam sidak tersebut, Bupati menekankan bahwa kualitas dan keamanan makanan menjadi aspek yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat. Ia menyatakan pengawasan harus mencakup proses dari hulu hingga hilir, bukan hanya menilai hasil akhir.

Namun, dari hasil peninjauan, masih ditemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi oleh pengelola SPPG. Di antaranya kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai belum layak dan belum sesuai ketentuan, serta pengelolaan sisa bahan makanan dan limbah pengolahan yang masih perlu diperbaiki.

Selain itu, ditemukan pula sisa bumbu basah yang masih disimpan, serta minyak jelantah dan sisa hasil penggorengan yang membutuhkan penanganan dan pengelolaan lebih sesuai dengan prinsip keamanan pangan dan sanitasi.

Temuan tersebut menjadi perhatian Bupati. Ia meminta pengelola SPPG tidak menganggap remeh persoalan kebersihan, sanitasi, maupun pengelolaan limbah karena berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat. “Jangan sampai kita kecolongan. Program ini menyangkut gizi dan kesehatan masyarakat. Karena itu, semua prosesnya harus benar-benar kita pastikan aman, bersih dan sesuai standar,” tegasnya.

Bupati juga menilai keberhasilan program pemenuhan gizi tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang diproduksi dan disalurkan. Menurutnya, makanan yang diberikan harus memenuhi standar kualitas dan keamanan agar benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan penerima manfaat.

Ia meminta setiap temuan di lapangan segera ditindaklanjuti, termasuk pembenahan sarana dan tata kelola yang belum sesuai pada aspek IPAL, penyimpanan bahan dan sisa makanan, serta pengelolaan minyak jelantah dan limbah penggorengan. “Kalau ada yang belum sesuai, segera diperbaiki. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak,” ujarnya.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar standar yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan dalam operasional SPPG. Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran juga diminta memperkuat pembinaan dan pengawasan pada aspek higiene, sanitasi, dan keamanan pangan di setiap SPPG.

Ia berharap seluruh pengelola SPPG memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kualitas makanan, kebersihan lingkungan dapur, serta keamanan pangan. “Yang kita jaga bukan sekadar programnya, tetapi kesehatan masyarakat yang menerima manfaat. Karena itu, standar harus dipenuhi dan setiap kekurangan harus segera dibenahi,” katanya.