Indonesia kembali mendapat sorotan di kancah kuliner internasional. Dalam daftar 50 street food atau makanan kaki lima terbaik dunia yang dirangkum TasteAtlas, sejumlah jajanan dan hidangan khas Tanah Air tercatat masuk peringkat.
Berikut tujuh makanan Indonesia yang tercantum dalam daftar tersebut, beserta peringkat dan deskripsi singkatnya.
1. Siomay (Peringkat 3, skor 4,7/5,0)
Siomay menempati posisi ketiga dalam daftar. Makanan ini disebut dipengaruhi shumai asal Tiongkok, berupa dumpling berbahan dasar ikan yang dilengkapi telur, kentang, kubis, tahu, serta acar timun. Siomay disajikan dalam potongan kecil dengan saus kacang, kecap manis, dan perasan jeruk nipis.
2. Batagor (Peringkat 15, skor 4,6)
Batagor—singkatan dari bakso tahu goreng—dideskripsikan sebagai dumpling berbahan dasar ikan yang digoreng. Sajian ini umumnya dilengkapi kondimen seperti kentang, tahu, dan kubis, serta disajikan bersama saus kacang, kecap manis, sambal, dan sedikit jeruk nipis. Batagor disebut ditemukan pada 1980-an di Bandung dan kini telah tersebar luas di berbagai daerah.
3. Sate Kambing (Peringkat 18, skor 4,6)
Sate kambing masuk daftar dengan skor 4,6. Daging kambing dipotong berbentuk kubus, dimarinasi dengan bumbu seperti kecap manis, lengkuas, bawang merah, sari nanas, dan cabai, lalu ditusuk dan dibakar menggunakan arang. Penyajiannya dapat disertai kecap manis, saus kacang, atau saus sambal dengan potongan cabai rawit. Sate kambing disebut populer di wilayah Jawa dan umumnya disajikan bersama nasi.
4. Sate Babi (Peringkat 20)
Sate babi berada di urutan ke-20. Hidangan ini dibuat dari daging babi yang dipotong kotak-kotak lalu dimarinasi dengan bawang putih, air lemon, kecap manis, garam, dan merica. Daging kemudian ditusuk dan dibakar hingga matang, dengan proses pembakaran yang sesekali dioles kembali menggunakan saus marinasi. Sate babi disajikan dengan kecap manis atau saus kacang.
5. Sate Madura (Peringkat 21)
Sate Madura berada tepat di bawah sate babi. TasteAtlas mendeskripsikannya sebagai olahan daging ayam atau kambing yang dibakar, dengan ciri potongan daging lebih tipis dibanding sate lainnya. Sate ini dinamai sesuai asalnya, Pulau Madura, dan biasanya dimarinasi dengan saus khusus dari kecap manis, gula aren, bawang merah goreng, terasi, pasta kacang, kemiri, garam, dan bawang putih. Jika menggunakan daging ayam, sate disajikan dengan saus kacang, sedangkan versi kambing memakai kecap manis. Sate Madura kerap disajikan bersama lontong dan dibungkus dalam wadah daun pisang.
6. Rendang (Peringkat 27, skor 4,5/5,0)
Rendang menempati urutan ke-27 dengan nilai 4,5 dari 5,0. Masakan asal Sumatera Barat ini dikenal dengan cita rasa khas serta proses memasak yang memakan waktu lama. Rendang juga disebut kerap dibandingkan dengan kari India karena konsistensi dan keunikan rasanya. Dalam deskripsi tersebut, rendang dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat Minangkabau untuk mengawetkan daging, sehingga menggunakan banyak rempah dan dimasak dalam durasi panjang.
7. Sate Padang (Peringkat 42)
Sate Padang berada di urutan ke-42. Sama-sama berasal dari Sumatera Barat, sate ini dibedakan dari sate Indonesia pada umumnya karena menggunakan saus kental, bukan saus kacang atau kecap manis. Sausnya dibuat dari campuran kunyit, kaldu daging sapi, tepung beras, dan rempah-rempah lokal. Bahan sate dapat berupa daging sapi, lidah sapi, atau jeroan yang direbus hingga empuk sebelum dibakar dengan arang. Sate Padang biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong, ditaburi bawang goreng, dan kerap menggunakan wadah daun pisang.
Masuknya tujuh kuliner Indonesia dalam daftar tersebut menunjukkan beragamnya jajanan kaki lima Nusantara yang terus menarik perhatian penikmat makanan dari berbagai negara.

