Menjaga ingatan tetap tajam hingga usia lanjut menjadi perhatian banyak orang. Selain menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, sebagian orang juga memanfaatkan herbal serta rempah yang kerap tersedia di dapur.
Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa bumbu dapur dan tanaman obat memiliki potensi membantu menjaga fungsi kognitif, melawan penurunan daya ingat, hingga menurunkan risiko Alzheimer. Namun, rempah-rempah tersebut bukanlah “obat ajaib”, melainkan pelengkap yang dapat mendukung kesehatan otak secara alami.
Berikut tujuh bumbu dapur dan tanaman herbal yang diyakini bermanfaat bagi kesehatan otak.
1. Sage
Sage dikenal beraroma tajam dan telah lama digunakan sebagai herbal penambah daya ingat. Sejumlah penelitian menyebut tanaman ini mengandung senyawa yang mendukung fungsi kognitif dan neurologis, serta berpotensi membantu penderita Alzheimer.
2. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Beberapa studi menyebut kurkumin dapat membantu membersihkan penumpukan beta-amiloid di otak, yakni protein yang membentuk plak terkait Alzheimer. Kunyit juga disebut dapat melindungi sel saraf dari kerusakan, dan bisa ditambahkan ke tumisan, sup, atau kari untuk meningkatkan asupan harian.
3. Ginkgo biloba
Ginkgo biloba telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan dipercaya membantu meningkatkan aliran darah ke otak serta mendukung fungsi kognitif. Meski hasil penelitian masih beragam, ekstrak ginkgo biloba (EGb761) disebut berpotensi memperlambat penurunan kognitif, terutama pada pasien dengan gejala demensia atau gangguan neuropsikiatri.
4. Ashwagandha
Tanaman yang populer dalam Ayurveda ini disebut memiliki kemampuan menghambat pembentukan plak beta-amiloid. Ashwagandha juga dikaitkan dengan upaya mengurangi stres oksidatif, salah satu faktor penting dalam perkembangan penyakit Alzheimer.
5. Ginseng
Ginseng dikenal luas sebagai “energi alami”, namun juga dianggap dapat mendukung daya ingat dan memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Kandungan ginsenosida di dalamnya bersifat anti-inflamasi dan, menurut studi, dapat menurunkan kadar beta-amiloid di otak.
6. Gotu kola (pegagan)
Dalam pengobatan tradisional Asia, gotu kola dipercaya membantu meningkatkan kejernihan pikiran. Penelitian modern menyebut tanaman ini dapat melawan stres oksidatif dan berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, termasuk pada penderita Alzheimer.
7. Lemon balm
Lemon balm kerap dikonsumsi sebagai teh penenang, namun juga diyakini bermanfaat untuk kesehatan otak. Senyawa asam rosmarinat di dalamnya memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Studi terbaru menemukan ekstrak lemon balm berpotensi membantu mencegah penurunan fungsi kognitif pada lansia sekaligus mengurangi gejala Alzheimer.
Catatan
Meski terlihat menjanjikan, penggunaan herbal dan rempah sebaiknya dilakukan secara bijak. Efeknya dapat berbeda pada tiap orang dan penelitian masih terus berkembang. Konsultasi dengan tenaga kesehatan disarankan sebelum menggunakannya sebagai suplemen, terutama bagi yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat.

