Jimbaran, Bali — Data terbaru menunjukkan pariwisata Bali tetap bergairah hingga akhir 2025, seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap aktivitas yang lebih personal dan berbasis pengalaman lokal. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 6,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, dengan kedatangan didominasi melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pada Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sekitar 572.668 orang. Angka ini naik hampir 18,5% dibanding bulan sebelumnya, mengindikasikan momentum kunjungan yang tetap kuat meski periode libur utama telah lewat.
Perubahan ini dinilai sejalan dengan pergeseran tren wisata global. Laporan pasar global memperkirakan ukuran pasar experiential travel mencapai sekitar USD 54,7 miliar pada 2024 dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 2033. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan wisatawan terhadap pengalaman otentik, budaya, dan aktivitas lokal di luar kunjungan konvensional.
Di Jimbaran, kecenderungan itu terlihat dari beragam pilihan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pantai. Sejumlah destinasi dan aktivitas yang disebut menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain kawasan ini, mulai dari kunjungan budaya, wisata kuliner, hingga aktivitas keluarga.
Beberapa pilihan yang ditawarkan antara lain Pura Ulun Siwi di Desa Jimbaran (08.00–18.00) yang disebut sebagai warisan spiritual, serta Pura Goa Gong di Jimbaran yang dikenal dengan fenomena suara di dalam gua. Bagi wisatawan yang ingin aktivitas kreatif, tersedia Workshop Jenggala Keramik di Kuta Selatan (09.00–18.00) dengan estimasi biaya Rp550.000 untuk pengalaman membuat dan melukis keramik.
Untuk keluarga, Jungle Play di Jimbaran HUB, Jalan Karang Mas (09.30–15.30) disebut menyediakan ruang bermain yang aman dan edukatif. Sementara itu, Samasta Lifestyle Village di Jimbaran (10.00–22.00) berkembang sebagai lokasi bersantai, belanja produk lokal, dan menikmati hiburan, termasuk pertunjukan budaya.
Dari sisi kuliner, Pasar Ikan Kedonganan di Jalan Pantai Kedonganan (07.00–17.00) menjadi rujukan wisata makanan laut, di mana pengunjung dapat memilih ikan segar dan mengolahnya di tempat. Ada pula 70° Fahrenheit Koffie Factory di Jalan Raya Kampus Unud No. 70 (08.30–22.00), yang menawarkan pengalaman mempelajari tahapan produksi kopi hingga penyajian.
Hotel Manager Liberta Hotel Jimbaran, Rama Ade, mengatakan perubahan preferensi wisatawan turut terlihat dari pola permintaan tamu. “Wisatawan kini datang bukan hanya untuk pemandangan, tetapi mencari pengalaman yang bermakna, yang memberi mereka cerita yang bisa dibawa pulang,” ujarnya. Ia menambahkan pihaknya melihat peningkatan tamu yang mencari aktivitas budaya, workshop seni, serta pengalaman kuliner lokal yang otentik selama menginap.
Dengan tren tersebut, Jimbaran diposisikan tidak hanya sebagai destinasi pantai, tetapi juga sebagai kawasan yang menawarkan ragam pengalaman lokal. Data kunjungan yang meningkat pada akhir 2025 memperkuat indikasi bahwa wisata berbasis pengalaman menjadi salah satu faktor yang semakin memengaruhi dinamika pariwisata Bali.

