BERITA TERKINI
Tren Viral 'Sepuluh Ribu di Tangan Istri yang Tepat' Ramai Diperdebatkan di Tengah Harga Bahan Pokok Mahal

Tren Viral 'Sepuluh Ribu di Tangan Istri yang Tepat' Ramai Diperdebatkan di Tengah Harga Bahan Pokok Mahal

Di tengah mahalnya harga bahan pokok, jagat media sosial diramaikan tren bertajuk “Sepuluh Ribu di Tangan Istri yang Tepat”. Tren ini muncul dalam format hiburan dan tantangan, dengan gagasan utama mengelola uang Rp10.000 agar dianggap cukup untuk kebutuhan tertentu.

Namun, tren tersebut memicu pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai konten semacam ini berpotensi menormalisasi keterbatasan ekonomi masyarakat, terutama ketika banyak orang menghadapi tekanan biaya hidup. Di sisi lain, tren itu juga hadir sebagai hiburan yang menampilkan kreativitas dalam mengatur pengeluaran.

Dalam konteks kondisi ekonomi, data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat garis kemiskinan pada Maret 2025 sebesar Rp609.000 per kapita per bulan, atau sekitar Rp20.000 per hari. Angka ini menjadi rujukan untuk melihat batas minimum pengeluaran yang digunakan dalam pengukuran kemiskinan.

Perdebatan mengenai tren “Sepuluh Ribu di Tangan Istri yang Tepat” pun menyoroti ketegangan antara konten hiburan di media sosial dan realitas biaya hidup. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, pembahasan tentang kecukupan uang dalam jumlah kecil tak hanya menjadi tantangan kreatif, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana masyarakat memaknai dan membicarakan kondisi ekonomi sehari-hari.