Tren snack exercise atau snacktivity ramai dibicarakan di media sosial. Konsepnya sederhana: olahraga dilakukan singkat-singkat atau “dicicil” di sela kesibukan harian. Cara ini dinilai menjadi solusi bagi orang yang ingin tetap bugar, tetapi sulit meluangkan waktu untuk latihan dalam durasi panjang.
Salah satu public figure yang mengaku menerapkan kebiasaan tersebut adalah komika Arif Brata. Ia mengatakan rutin melakukan pull up sebelum memulai aktivitas hariannya.
“Kalau saya di pagi itu sering, karena ngeliatin bang Rico Lubis ya, main di pull up. Tapi jujur, agak berat. Nyampek tiga aja udah geter badan,” kata Arif Brata kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Spesialis olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, menekankan bahwa semua orang membutuhkan exercise untuk menjaga kebugaran. Menurutnya, mencicil olahraga tetap lebih baik dibanding menjalani gaya hidup sedentari, misalnya duduk seharian di depan komputer.
“Kalau ngomongin kebugaran, daripada kita duduk doang, seharian di depan komputer dengan kita memberikan waktu, ya katakan 10 menit, ya lebih baik daripada nggak sama sekali,” kata dr Andhika saat ditemui di detikSore, di Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2025).
Ia menambahkan, tingkat kebugaran memiliki banyak level. Jika tujuannya sekadar menjaga tubuh tetap bugar agar nyaman beraktivitas dan tidak mudah lelah, olahraga singkat bisa menjadi pilihan.
“Kebugaran kan levelnya banyak, kalau sekadar bugar yang enak buat kerja, supaya nggak gampang capek, ya boleh banget,” ujarnya.
Dalam praktiknya, ada banyak gerakan yang bisa dipilih untuk exercise snack, seperti push up, plank, jumping jacks, lunges, squat, leg raise, jalan cepat di ruangan, dan gerakan lainnya.
Meski begitu, dr Andhika mengingatkan bahwa olahraga “tipis-tipis” tidak cukup apabila seseorang memiliki target performa tertentu, misalnya mengikuti perlombaan lari. Untuk tujuan tersebut, dibutuhkan program latihan yang lebih terstruktur dan berdurasi lebih panjang.
“Nggak cukup. Kita mesti bikin program yang memang bukan snacking lagi, tapi yang bener-bener ada long run-nya, lari satu jam, dua jam bahkan lebih,” katanya.
Menurut dr Andhika, menjaga kebugaran dan hidup aktif merupakan kewajiban semua orang, sehingga exercise snack dapat menjadi salah satu cara untuk memulai. Ia menegaskan kebutuhan olahraga berlaku untuk semua, baik yang dilakukan singkat maupun melalui program jangka panjang.
“Semua orang butuh exercise. Artinya yang sifatnya snacking atau yang terencana jangka panjang. Semua orang butuh, nggak ada yang nggak,” katanya.
Ia juga menyebut, setiap orang setidaknya memerlukan latihan kardio, penguatan otot, dan latihan rentang gerak. Perbedaannya terletak pada intensitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
“Tapi yang membedakan adalah intensitasnya. Mau itu anak muda, sampai kakek nenek, tiga-tiganya perlu,” kata dr Andhika.
Ia memberi contoh, anak muda dapat melakukan kardio dengan berlari, sementara lansia bisa menyesuaikannya dengan berjalan. Untuk penguatan otot, anak muda mungkin sanggup melakukan deadlift atau bench press dengan beban puluhan kilogram, sedangkan lansia dapat memulai dari beban ringan seperti botol air mineral.
“Tapi kalau anak muda bisa lari, nenek-nenek bisa jalan. Penguatan ototnya kalau anak muda bisa deadlift, bench press berpuluh-puluh kilogram, kalau nenek-nenek sekadar pakai botol air mineral juga jadi,” tutupnya.

