BERITA TERKINI
Tren “Sleepmaxxing” Ramai di Media Sosial, Antara Upaya Tidur Berkualitas dan Risiko Berlebihan

Tren “Sleepmaxxing” Ramai di Media Sosial, Antara Upaya Tidur Berkualitas dan Risiko Berlebihan

Tren “sleepmaxxing” tengah ramai diperbincangkan di media sosial, terutama TikTok. Fenomena ini menarik perhatian karena menampilkan berbagai cara dan “ritual” sebelum tidur yang diklaim dapat membantu seseorang memperoleh tidur lebih berkualitas.

Sleepmaxxing merujuk pada upaya memaksimalkan kualitas dan durasi tidur melalui beragam teknik. Praktiknya bervariasi, mulai dari mengatur suasana kamar, memanfaatkan alat pelacak tidur, hingga mengonsumsi suplemen tertentu.

Di berbagai unggahan dengan tagar #sleepmaxxing, pengguna kerap membagikan rutinitas seperti menggunakan lampu redup, memutar white noise, serta menciptakan nuansa kamar yang dibuat menyerupai spa. Sebagian lainnya juga memakai teknologi seperti sleep tracker dan perangkat pintar untuk memantau kualitas tidur.

Namun, di balik popularitasnya, sejumlah ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua metode dalam sleepmaxxing terbukti aman dan efektif secara ilmiah. Beberapa praktik dinilai berisiko, seperti penggunaan suplemen tanpa pengawasan medis atau teknik ekstrem seperti menutup mulut saat tidur.

Selain itu, muncul pula perhatian terhadap “orthosomnia”, yakni kondisi ketika seseorang terlalu terobsesi mengejar tidur yang dianggap “sempurna” hingga justru memicu stres dan gangguan tidur.

Meski begitu, beberapa aspek sleepmaxxing dipandang dapat berdampak positif bila dilakukan secara wajar, seperti menjaga rutinitas tidur yang konsisten, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

Tren ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya kesehatan tidur. Para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak mengikuti tren secara berlebihan dan tetap mengutamakan cara-cara yang terbukti aman secara medis.