Inovasi minuman kopi kembali ramai dibicarakan di media sosial. Setelah berbagai racikan unik bermunculan, kini warganet menyoroti tren yogurt coffee, minuman yang memadukan kopi, yogurt, dan air kelapa dalam satu gelas.
Kombinasi tersebut terdengar tidak lazim bagi sebagian orang, terutama pencinta kopi klasik. Namun, sejumlah orang yang mencobanya menilai rasanya cenderung creamy dan segar, sehingga dianggap menarik sebagai variasi minuman pagi.
Tren ini disebut dipopulerkan oleh kreator Jordan Bernstein dan kemudian menyebar luas di media sosial. Selain faktor keunikan, yogurt coffee juga dibahas karena dianggap menawarkan nilai fungsional: kopi sebagai sumber kafein, yogurt yang mengandung protein, serta air kelapa yang kerap dikaitkan dengan sensasi hidrasi.
Popularitasnya muncul seiring meningkatnya minat terhadap minuman yang tidak hanya enak, tetapi juga dinilai punya “nilai tambah”. Dalam racikan ini, kopi tetap menjadi komponen utama yang memberi rasa pahit dan efek menyegarkan. Yogurt lebih banyak berperan menambah tekstur lembut dibanding mendominasi rasa, sementara air kelapa memberi kesan lebih ringan.
Dari sisi pembuatan, yogurt coffee dinilai praktis karena hanya membutuhkan tiga bahan utama. Kopi bisa diseduh sesuai selera, mulai dari kopi instan, cold brew, hingga espresso. Setelah itu, air kelapa ditambahkan ke dalam gelas, disusul yogurt secukupnya. Semua bahan kemudian diaduk hingga rata. Untuk hasil lebih halus dan creamy, campuran dapat diblender ringan atau menggunakan frother.
Karakter rasa minuman ini juga menjadi bahan perbincangan. Sejumlah orang awalnya memperkirakan yogurt akan membuat kopi terasa terlalu asam atau “aneh”. Namun, yang sering muncul justru rasa pahit kopi tetap dominan, sementara yogurt memberi tekstur creamy. Bagi yang ingin rasa lebih ringan, beberapa orang menambahkan sirup atau creamer untuk menyeimbangkan rasa.
Tren ini juga disebut cocok bagi mereka yang ingin opsi kopi rendah gula, terutama jika dibuat tanpa tambahan pemanis berlebih. Yogurt dan air kelapa memberi sensasi berbeda dari kopi harian, sekaligus bisa menjadi alternatif ketika tidak tersedia creamer di rumah.
Meski terdengar janggal bagi sebagian orang, yogurt coffee menunjukkan bagaimana tren kopi terus bergerak mengikuti kreativitas dan selera pasar yang semakin terbuka terhadap eksperimen rasa. Racikan kopi, yogurt, dan air kelapa ini pun menjadi salah satu variasi yang kini memancing rasa penasaran banyak orang.

