Tren minum campuran lemon dan minyak zaitun (olive oil) yang diklaim dapat membuat kulit menjadi glowing tengah ramai dibicarakan di media sosial. Namun, klaim tersebut ditepis oleh ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., yang menegaskan tidak ada dasar ilmiah yang mendukung anggapan itu.
“Tidak ada mekanismenya,” kata Tan saat diwawancarai, Rabu (8/4/2026).
Tan menilai, informasi kesehatan di media sosial kerap disajikan secara sederhana, tetapi tidak sejalan dengan pemahaman ilmiah yang benar. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti tren kesehatan viral tanpa memahami dasar ilmunya.
“Tidak perlu macam-macam jurus dari media sosial, yang akhirnya bukan hanya merugikan secara biaya, tetapi juga membuat pemahaman jadi keliru,” ujarnya.
Menurut Tan, fenomena tren semacam ini berisiko membuat masyarakat terjebak pada solusi instan yang tidak efektif. Ia menekankan bahwa kondisi kulit tidak dapat ditentukan hanya dari satu jenis makanan atau minuman.
“Kulit sehat, cerah, dan glowing tidak sesederhana hanya minum lemon dan minyak zaitun,” kata Tan. Ia menyebut, kulit yang tampak sehat merupakan cerminan dari kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan dan perlu dilihat sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Tan juga menyoroti bahwa meski lemon dikenal mengandung vitamin C dan antioksidan, serta minyak zaitun mengandung lemak sehat, keduanya bukan solusi utama untuk mendapatkan kulit yang sehat. Ia menilai konsumsi bahan yang relatif mahal pun menjadi tidak berarti apabila pola makan sehari-hari masih tidak sehat.
“Percuma minyak mahal kalau keseharian masih ngemil produk ultra-proses dan minuman berpemanis,” ujarnya.

