BERITA TERKINI
Tren “Date Cancelled” Viral di Threads dan X, dari Alasan Ilfeel hingga Typo

Tren “Date Cancelled” Viral di Threads dan X, dari Alasan Ilfeel hingga Typo

Jakarta – Media sosial, terutama Threads dan X, belakangan diramaikan tren bertajuk “date cancelled”. Tren ini menjadi format unggahan yang digunakan warganet untuk membagikan alasan mengapa mereka membatalkan kencan atau memilih berhenti mendekati seseorang.

Secara harfiah, “date cancelled” berarti kencan yang dibatalkan. Namun dalam praktiknya, frasa ini dipakai sebagai pembuka untuk menyebut hal-hal yang dianggap sebagai tanda ketidakcocokan atau red flag, baik yang bernada serius maupun yang dikemas sebagai komedi situasi.

Formatnya sederhana: pengguna menulis “date cancelled,” lalu menyusul alasan spesifik yang membuat mereka kehilangan minat. Ragam alasannya pun luas, dari hal-hal sepele yang memicu rasa ilfeel hingga perbedaan prinsip yang dianggap mendasar.

Sejumlah unggahan yang ramai diperbincangkan justru datang dari alasan yang terdengar “receh” tetapi dinilai banyak orang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Contohnya, ada yang membatalkan kencan karena lawan bicara menyebut iPhone dengan istilah “ip”, atau karena kesalahan penulisan dan typo, seperti menulis “dimana” yang seharusnya dipisah menjadi “di mana”.

Di sisi lain, tren ini juga dipakai untuk menyoroti perilaku yang dianggap bermasalah. Beberapa warganet menggunakan format “date cancelled” untuk menyampaikan ketidaksukaan terhadap lingkungan pertemanan yang mendukung perselingkuhan, atau sikap yang meremehkan kesehatan mental.

Fenomena ini dinilai mencerminkan dinamika hubungan modern yang ikut dipengaruhi aplikasi kencan. Meski proses mencari pasangan terasa lebih mudah, pengalaman tidak menyenangkan saat pendekatan atau PDKT juga disebut semakin sering muncul.

Meski tengah berada di puncak popularitas, tren “date cancelled” diperkirakan tidak akan bertahan lama. Sebagian warganet mulai menilai konten yang bermunculan terasa repetitif dan berlebihan. Bahkan muncul sindiran baru: “date cancelled, karena dia terlalu sering menggunakan tren ‘date cancelled’.”

Di tengah sisi jenaka yang ditampilkan, tren ini menjadi cermin bagaimana kecocokan dalam relasi di era digital kerap dinilai dari detail yang sangat spesifik, mulai dari prinsip hidup hingga etika berkomunikasi lewat gawai.