Polisi mengungkap dugaan praktik produksi madu palsu di sebuah rumah kontrakan di Desa Lestari, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat malam (8/5/2026). Dalam pengungkapan tersebut, tiga orang diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu Timur AKP Jody Dharma membenarkan penanganan kasus itu. Tiga orang yang diamankan masing-masing Ladi (64), Rifaldy (23), dan Rusman M (41), yang diketahui berasal dari Kota Parepare.
“Benar, ada tiga orang yang telah diamankan terkait dugaan pembuatan madu palsu di wilayah Tomoni,” kata AKP Jody Dharma, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Jody, penyidik masih mendalami asal bahan baku, proses produksi, hingga jalur distribusi produk yang diduga telah beredar di masyarakat. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Saat ini kasusnya masih dalam proses pendalaman, termasuk terkait asal bahan baku, proses distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, para pelaku diduga memproduksi cairan menyerupai madu menggunakan campuran gula pasir, tepung kanji, citrum, air, dan cuka. Campuran tersebut kemudian diolah hingga menyerupai madu asli, lalu dikemas menggunakan botol bekas air mineral, botol sirup, dan jeriken.
Dari informasi yang dihimpun, para pelaku disebut mampu memproduksi puluhan botol setiap hari. Produk tersebut diduga dipasarkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.
Dalam pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa botol dan jeriken berisi cairan yang diduga madu palsu, gula pasir, tepung kanji, citrum, kompor gas, tabung gas, baskom, panci, serta sarang tawon dan telur yang diduga digunakan dalam proses produksi.
AKP Jody Dharma mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli madu yang beredar di pasaran dan memastikan produk berasal dari sumber terpercaya.
“Polisi mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam membeli produk madu yang beredar di pasaran dan memastikan produk berasal dari sumber yang terpercaya,” katanya.
Polisi menyatakan perkembangan penanganan perkara akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

