Rasa nyaman setelah menjalani hari yang padat kini tidak lagi dipandang sekadar pelarian saat musim hujan atau malam dingin. Di media sosial, terutama TikTok, muncul tren bernama cozymaxxing yang mendorong orang untuk menciptakan suasana hangat dan menenangkan kapan saja sebagai bagian dari gaya hidup.
Konsep cozymaxxing terbilang sederhana: memaksimalkan hal-hal yang terasa hangat, lembut, dan menenteramkan. Tren ini juga kerap dipahami sebagai upaya menghadirkan “kenyamanan hakiki” dengan memberi perhatian pada kebutuhan tubuh dan pikiran melalui cara-cara yang personal dan menyenangkan.
Menariknya, tidak ada aturan baku dalam menjalankan cozymaxxing. Setiap orang dapat memiliki versi masing-masing. Selama aktivitas yang dilakukan membuat rileks, hal itu sudah dianggap sejalan dengan semangat tren tersebut.
Merujuk pada penjelasan dalam blog Martha Stewart, cozymaxxing dipahami sebagai serangkaian ritual menenangkan diri yang berfokus pada pancaindra, dengan tujuan menciptakan suasana paling nyaman menurut versi diri sendiri. Bentuknya bisa beragam, mulai dari menikmati teh hangat, membaca buku favorit di balik selimut, menyalakan lilin aromaterapi, hingga sekadar menjauh dari ponsel.
Di TikTok, banyak pengguna Gen Z membagikan momen “cozy” mereka, seperti bersantai dengan piyama lembut, menata pencahayaan remang-remang, atau menyiapkan minuman hangat sebelum tidur. Pada akhirnya, inti cozymaxxing bukan terletak pada jenis aktivitasnya, melainkan pada efek yang ditimbulkan: rasa hangat, tenang, dan damai.

