BERITA TERKINI
Tak Lagi Jadi Awak Kabin, Lima Mantan Pramugari Beralih ke Bisnis Kuliner

Tak Lagi Jadi Awak Kabin, Lima Mantan Pramugari Beralih ke Bisnis Kuliner

Profesi pramugari kerap dipandang menjanjikan karena gaji dan kesempatan bepergian ke berbagai negara. Namun, pekerjaan sebagai awak kabin juga memiliki tantangan, mulai dari tekanan kerja hingga kondisi yang membuat sebagian orang harus meninggalkannya.

Sejumlah mantan pramugari memilih beralih profesi ke dunia kuliner. Dari berjualan kopi keliling hingga membangun kafe, langkah tersebut menjadi jalan baru untuk tetap bertahan sekaligus meraih kesuksesan.

Berikut lima kisah mantan pramugari yang banting setir menekuni bisnis makanan dan minuman.

1. Verena Ayu Fia Septiana jualan kopi keliling di Solo

Verena Ayu Fia Septiana meninggalkan pekerjaannya sebagai pramugari setelah hampir 10 tahun berkarier. Ia memulai hidup baru di Solo usai menikah dan mengikuti suaminya, meski berarti melepas profesi yang selama ini lekat dengan gaya hidup glamor.

Verena kemudian mencoba usaha kopi keliling bernama Kopi Asmarasa yang menarik perhatian warga sekitar Colomadu. Ia berjualan dari pagi hingga sore dengan menu mulai dari Americano hingga varian manis seperti gula aren, tiramisu, dan pandan. Verena mengaku tidak memiliki latar belakang barista dan sebelumnya tidak terlalu menyukai kopi.

2. Masita Ghani membuka kedai nasi lemak di Singapura

Masita Ghani memutuskan mundur dari pekerjaannya sebagai pramugari setelah bertahun-tahun berkarier di maskapai ternama. Setelah 10 tahun bekerja, ia merasa banyak kehilangan waktu bersama anak-anak karena sering bepergian.

Usai resign, Masita sempat bekerja di toko kosmetik, tetapi masih merasa waktunya tersita. Ia lalu memilih membuka usaha kuliner sederhana dengan berjualan nasi lemak di Serangoon Gardens Market, Singapura. Kedai itu diberi nama Aliff Nasi Lemak, terinspirasi dari nama anaknya, dan dijalankan bersama suami.

3. Rachel mengembangkan coffee truck Nomade Coffee di Sudirman

Di kawasan perkantoran Sudirman, terdapat coffee truck bernama Nomade Coffee yang digagas Rachel, mantan pramugari Singapore Airlines. Usaha ini menjadi langkah pertamanya di dunia bisnis setelah sebelumnya terbiasa bepergian sebagai awak kabin.

Rachel terinspirasi dari tren street coffee di berbagai negara yang pernah ia kunjungi. Ia melakukan riset hingga ke Inggris dan Prancis untuk mempelajari operasional coffee truck, mulai dari desain, sistem kerja, hingga racikan kopi. Bersama suami dan tim, ia mengembangkan konsep street coffee untuk pasar Indonesia, termasuk menyulap motor roda tiga menjadi kedai kopi berjalan.

4. Claire Tan mendirikan kafe bagel di Kuala Lumpur

Claire Tan, mantan pramugari, memilih mengejar minat di bidang kuliner dengan membuka kafe bagel di Kuala Lumpur, Malaysia. Ketertarikannya dipengaruhi sang ibu yang gemar memasak dan membuat kue.

Dengan dukungan suami, Claire mendirikan Grumpy Bagels pada 2024. Meski sempat mendapat kritik karena tekstur bagelnya dianggap terlalu keras, ia terus melakukan inovasi hingga menemukan resep yang lebih sesuai dengan selera lokal. Kini, kafe tersebut ramai peminat dengan beragam varian bagel.

5. Terkena PHK saat pandemi, mantan pramugari sukses jualan kue

Seorang mantan pramugari kehilangan pekerjaannya akibat pandemi COVID-19 ketika kondisi maskapai menurun drastis. Tidak ingin larut dalam situasi tersebut, ia mulai menekuni usaha membuat dan menjual kue dari dapur rumah.

Berbagai jenis kue dipasarkan secara online. Usahanya berkembang seiring meningkatnya pesanan dari pelanggan yang tertarik pada rasa dan kualitas produk. Bisnis kue yang dirintisnya disebut berkembang pesat hingga mampu menjual ribuan kue.