BERITA TERKINI
Tren Bahasa Gen Z Viral di Media Sosial: Arti “Jangan Diiniin Banget Lah” hingga “Ada Lah Pokoknya”

Tren Bahasa Gen Z Viral di Media Sosial: Arti “Jangan Diiniin Banget Lah” hingga “Ada Lah Pokoknya”

Fenomena bahasa gaul kembali ramai di kalangan Gen Z melalui interaksi yang banyak ditemui di media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Sejumlah frasa baru viral di kolom komentar berbagai unggahan, memunculkan gaya komunikasi yang cenderung singkat, implisit, dan mengandalkan konteks.

Salah satu ungkapan yang belakangan sering muncul adalah “jangan diiniin banget lah”. Frasa ini kerap dipakai untuk menggambarkan situasi yang sulit dijelaskan secara spesifik. Kata “diiniin” berfungsi sebagai kata ganti yang fleksibel untuk berbagai tindakan atau perasaan, sehingga maknanya dapat berubah mengikuti konteks percakapan.

Secara harfiah, ungkapan tersebut dapat dipahami sebagai permintaan agar seseorang tidak bersikap berlebihan atau tidak menekan. Dalam penggunaan sehari-hari, frasa itu juga menjadi cara halus untuk menetapkan batasan tanpa harus berkonfrontasi langsung.

Selain itu, Gen Z juga kerap menggunakan kalimat “ada lah pokoknya”. Ungkapan ini disebut menjadi pilihan saat seseorang enggan memberikan penjelasan detail, sekaligus menutup pembicaraan tanpa perlu memaparkan alasan panjang lebar.

Content creator Lutfi Afansyah turut menyoroti fenomena tersebut dalam sebuah video yang diunggah pada Selasa, 3 Februari 2026. “Ini adalah sebuah fenomena baru, kita suka ngomong begitu,” ujarnya dalam video itu. Lutfi dikenal membahas tren terbaru Gen Z dalam berkomunikasi.

Menurut gambaran dalam video tersebut, gaya bicara yang mengandalkan rasa dan konteks ini mencerminkan kecenderungan anak muda yang ingin berkomunikasi secara praktis dan tidak merasa terbebani logika penjelasan yang rinci. Namun, cara berbahasa semacam ini juga kerap memicu kebingungan bagi generasi yang lebih tua. Dalam video itu, ibunda Lutfi menilai komunikasi tersebut tidak jelas dan membuat kepalanya pusing.

Meski terdengar ambigu bagi sebagian orang, tren bahasa ini justru dinilai memperkuat identitas sosial di antara sesama Gen Z. Ungkapan-ungkapan tersebut dianggap seperti “kode” yang lebih mudah dipahami oleh lingkar pertemanan mereka sendiri.

Kini, frasa seperti “jangan diiniin banget lah” dan “ada lah pokoknya” semakin sering ditemukan di kolom komentar dan disebut telah menjadi bagian dari bahasa gaul. Fenomena ini menunjukkan bahasa terus berkembang mengikuti kreativitas pengguna media sosial.

Makna dan terjemahan dalam kehidupan sehari-hari:

1) “Jangan diiniin banget lah”: permintaan agar seseorang tidak berlebihan, tidak menekan, atau tidak memperlakukan sesuatu secara terlalu serius; kata “diiniin” menggantikan tindakan/hal yang tidak disebutkan secara spesifik dan bergantung pada konteks.

2) “Ada lah pokoknya”: jawaban singkat untuk menyatakan “ada” atau “memang begitu” tanpa ingin menjelaskan detail lebih jauh.