Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menyalurkan bantuan gizi bagi anak melalui program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Program ini menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah mengatakan bantuan gizi ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi anak, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
“Kami ingin memastikan anak-anak di Tapin memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh sehat dan optimal,” kata Faridah di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat.
Faridah menambahkan, edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang menjadi kunci dalam pencegahan stunting sejak dini. Ia juga menyatakan TP PKK akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan lainnya agar prevalensi stunting di Tapin dapat ditekan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin H Syafrudin menyampaikan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui intervensi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Syafrudin menjelaskan, pada 2026 terdapat 135 desa dan kelurahan di Tapin yang menjadi fokus penanganan stunting melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif. “Intervensi ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, salah satunya melalui pemberian 60 butir telur bagi setiap anak penerima manfaat,” ujarnya.

