BERITA TERKINI
TikTok Food Fest 2026 Padukan Konten Digital dan Festival Offline untuk Dorong UMKM Kuliner

TikTok Food Fest 2026 Padukan Konten Digital dan Festival Offline untuk Dorong UMKM Kuliner

TikTok kembali menggelar TikTok Food Fest 2026, kampanye kuliner tahunan yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Mengusung tema “Every Ingredient Tells a Story”, ajang ini mengajak kreator, pelaku usaha, dan komunitas merayakan keragaman kuliner Nusantara sekaligus mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia.

Peluang di sektor kuliner dinilai terus terbuka seiring pertumbuhan industri. Pada 2025, industri makanan dan minuman tercatat tumbuh 6,38%, sementara sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41%.

Di ranah digital, minat terhadap konten kuliner di TikTok juga meningkat. Pada 2025, jumlah konten terkait makanan naik 52% dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah tagar seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.

Commercial Partnership TikTok SEA, Fadlia Hifzia, mengatakan cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam, tidak hanya dengan mencoba makanan atau tempat baru, tetapi juga melalui berbagi cerita dan terhubung dengan orang lain yang memiliki minat serupa. Menurutnya, tema “Every Ingredient Tells a Story” menjadi cara TikTok menyoroti kisah di balik sebuah sajian, mulai dari asal-usul bahan, tradisi, hingga kreativitas yang melahirkan menu baru.

TikTok Food Fest 2026 juga diarahkan untuk membawa inspirasi digital ke pengalaman nyata. TikTok menyoroti ekosistem yang mencakup komunitas, video pendek, TikTok LIVE, solusi periklanan, TikTok Shop by Tokopedia, hingga TikTok GO by Tokopedia, yang memungkinkan perjalanan dari penemuan konten, interaksi, pembelian, hingga kunjungan langsung ke tempat makan.

Sejumlah contoh pemanfaatan ekosistem digital tersebut ditampilkan melalui kisah kreator. Chef sekaligus kreator Jesselyn Lauwreen (@jesselynmci8) disebut memanfaatkan tren yang berkembang di TikTok sejak 2021 untuk mengembangkan resep sesuai keahliannya, mulai dari hidangan rumahan, pilihan yang lebih sehat, hingga olahan berbahan pangan lokal. Saat sambal matah menjadi topik yang ramai, ia membagikan kreasi ayam suwir dan mi goreng dengan sambal matah, sekaligus menyelipkan cerita personal tentang pengalaman berjualan sambal sejak sekolah. Dalam perkembangannya, Jesselyn juga memperlihatkan keseharian membangun bisnis F&B sehingga audiens dapat melihat proses kreatif dan tantangan di balik usaha kuliner.

Perjalanan lain datang dari kreator affiliate TikTok Vinny Laurencia (@kulinersamacici). Dalam kontennya, ia tidak hanya merekomendasikan makanan dari sisi rasa atau tampilan, tetapi juga mengangkat perjalanan pemilik usaha dan cerita di balik produk. Salah satu kontennya pada masa pandemi tentang rumah makan nasi Padang Pondok Salero di Jakarta disebut mendapat perhatian besar dan membantu mendatangkan pelanggan, yang kemudian mendorongnya memperkenalkan berbagai hidden gem kuliner.

Vinny juga disebut memperoleh peluang melalui perannya sebagai kreator affiliate. Dalam kampanye Lebaran yang didukung TikTok pada tahun lalu, ia mencatat penjualan produk kue sus hingga ratusan juta rupiah dalam enam jam. Rangkaian TikTok LIVE selama lima hari berturut-turut dilaporkan menghasilkan total penjualan hingga miliaran rupiah. Masukan audiens dari aktivitas tersebut turut menjadi bagian dari pengembangan bisnis kulinernya, Brownie Lab.

Di sisi perdagangan digital, pada semester pertama 2026 jumlah pesanan produk F&B di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat hampir 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B juga tumbuh 184%.

Salah satu pelaku usaha yang disebut merasakan dampaknya adalah Cimol Bojot AA (@cimolbojot.aa). Setelah berpartisipasi dalam TikTok Food Fest 2025, bisnis ini mencatat pertumbuhan GMV bulanan sebesar 66% di seluruh akun TikTok Shop by Tokopedia pada November 2025.

Ekosistem tersebut kemudian diperluas ke pengalaman offline melalui kehadiran TikTok GO by Tokopedia pada awal 2026. Layanan ini diklaim menghubungkan inspirasi kuliner yang ditemukan di TikTok dengan kunjungan dan pengalaman bersantap langsung.

Rangkaian TikTok Food Fest 2026 disebut telah berlangsung sejak Juli, antara lain melalui kegiatan Food Directory dan Kolaborasi Kreator Kuliner. Dalam rangkaian itu, kreator bersama pelaku usaha menghadirkan kreasi makanan baru sekaligus mengangkat cerita di baliknya, mulai dari tradisi, kekayaan bahan pangan lokal, hingga kreativitas pengolahnya.

Puncak kegiatan akan digelar melalui festival offline pada 26–27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta. Lebih dari 40 pelaku usaha F&B dijadwalkan hadir menawarkan berbagai makanan dan minuman. Selain mencicipi sajian, pengunjung dapat menikmati menu hasil kolaborasi kreator, demonstrasi memasak, pertunjukan musik, aktivitas kebugaran, serta pengalaman interaktif.

Pengunjung juga dapat mengikuti permainan dan aktivitas berhadiah melalui Culinary Passport dan Make a TikTok, Lucky Draw. Seluruh rangkaian festival disebut dapat dinikmati secara gratis.

TikTok Food Fest 2026 turut membawa pesan gaya hidup sehat melalui inisiatif “Makan Dengan Makna”. Inisiatif ini mengajak masyarakat mengenal pilihan makanan sehat, memahami kebutuhan nutrisi, dan menerapkan gaya hidup aktif. Edukasi dikemas lewat aktivitas interaktif seperti Fun Run, permainan Catching the Ingredient, demonstrasi memasak, dan kegiatan lainnya.

Selain edukasi, inisiatif tersebut juga memuat misi sosial. Partisipasi dalam aktivitas “Makan Dengan Makna” mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat rentan melalui donasi kepada Foodbank of Indonesia, dengan target donasi hingga Rp1 miliar.

Fadlia menyatakan TikTok berharap TikTok Food Fest 2026 tidak hanya membawa pengalaman penemuan kuliner dari TikTok ke dunia nyata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kuliner Indonesia.