Rasa takut merupakan hal yang umum dialami semua orang, terutama anak-anak. Dalam masa pertumbuhan, anak dapat merasa takut pada berbagai hal, seperti kegelapan, hewan, atau bertemu orang baru. Pada sebagian anak, rasa takut ini bisa muncul berlebihan sehingga perlu ditangani agar dapat diredam dan tidak berkembang menjadi masalah di kemudian hari.
Peran orangtua dinilai penting dalam membantu anak mengenali dan menghadapi ketakutannya. Tujuannya agar anak belajar mengelola emosi dan tidak menyimpan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma. Sejumlah langkah dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak melawan rasa takut.
Rasa takut pada masa kanak-kanak dipandang sebagai sesuatu yang normal. Namun, anak tetap perlu belajar cara mengatasinya. Beberapa anak yang belajar dan berpikir secara berbeda dapat memiliki ketakutan dan kecemasan lebih banyak dibanding anak lainnya, misalnya khawatir gagal, merasa tidak cocok dengan lingkungan, atau cemas tentang masa depan. Rasa takut juga dapat berkaitan dengan hal yang sedang diupayakan anak; contohnya, anak yang kesulitan membaca dapat menjadi takut membaca dengan suara keras.
Berikut tiga cara yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak mengatasi rasa takut.
1. Menjadi pendengar yang baik
Orangtua dapat membantu dengan mendengarkan secara serius apa yang menjadi ketakutan anak. Anak mungkin membutuhkan dorongan, tetapi tetap perlu diarahkan agar berusaha mengatasinya secara bertahap. Ketika anak mampu mengekspresikan emosi lewat cerita, rasa takut dapat lebih mudah dikendalikan. Orangtua juga dapat menanyakan perkembangan ketakutan tersebut dari waktu ke waktu untuk melihat perubahan dan memberi dukungan yang konsisten.
2. Menanggapi rasa takut dengan serius
Rasa takut anak sebaiknya tidak disepelekan. Mengabaikan atau meremehkan ketakutan dapat membuat anak kecewa dan enggan bercerita lagi. Orangtua perlu menunjukkan bahwa mengatasi rasa takut adalah hal penting. Sikap ini dapat membuat anak lebih terbuka mengenai perasaannya, termasuk hal lain yang mengganggu pikirannya.
3. Memberikan ketenangan dan rasa aman
Saat anak menceritakan ketakutannya, orangtua dapat membantu dengan menciptakan suasana yang tenang dan aman. Mendengarkan dengan saksama serta menyampaikan kata-kata yang bijak dapat membuat anak merasa terlindungi dan lebih kuat untuk menghadapi ketakutannya. Anak juga kerap mencontoh cara orangtua menghadapi rasa takut, sehingga orangtua perlu berupaya menjadi teladan dalam mengelola emosi.
Dengan pendampingan yang tepat, rasa takut pada anak diharapkan dapat berkurang dan tidak terbawa hingga dewasa. Upaya ini juga dapat memperkuat keterbukaan anak terhadap orangtua dalam membicarakan perasaan dan pengalaman sehari-hari.

