BERITA TERKINI
Tidak Lolos SNBP 2026, Ini Lima Cara Mengelola Rasa Kecewa Menurut Dosen Psikologi

Tidak Lolos SNBP 2026, Ini Lima Cara Mengelola Rasa Kecewa Menurut Dosen Psikologi

Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kerap menjadi momen penuh harapan bagi siswa kelas 12. Namun, ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, perasaan sedih, kecewa, hingga marah bisa muncul dan dinilai sebagai respons yang wajar.

Panitia SNPMB telah mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Di tengah kabar gembira bagi sebagian peserta, ada pula siswa yang harus menerima kenyataan tidak diterima di kampus impian.

Dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, menekankan pentingnya mengelola rasa kecewa agar siswa tetap dapat melanjutkan rencana masa depan secara konstruktif. Menurutnya, hadirnya rasa kecewa merupakan bagian dari proses yang sehat.

“Perasaan kecewa, sedih, atau marah setelah tidak lolos SNBP adalah hal wajar. Emosi tersebut perlu diakui, bukan dihindari, agar dapat diproses dengan baik dan tidak berdampak negatif dalam jangka panjang,” kata Wieka dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2026.

Wieka menyampaikan kemampuan mengelola emosi menjadi kunci penting agar siswa bisa kembali fokus dan menentukan langkah berikutnya. Ia membagikan lima tips untuk menghadapi situasi setelah tidak lolos SNBP 2026.

1. Menerima kenyataan
Langkah awal adalah memberi ruang bagi perasaan yang muncul. Siswa tidak perlu memaksakan diri terlihat kuat atau berpura-pura baik-baik saja. Jika merasa sedih atau ingin menangis, hal itu dinilai wajar dan manusiawi. Menangis dapat menjadi cara alami tubuh melepaskan emosi, sehingga proses pemulihan dapat berjalan perlahan.

2. Tidak memendam rasa kecewa
Setelah perasaan sedikit mereda, siswa disarankan bercerita kepada orang yang dipercaya, seperti orang tua, sahabat, atau guru. Memendam emosi sendirian dapat membuat beban terasa lebih berat. Di sisi lain, meluapkan emosi di media sosial disebut tidak selalu membantu karena berpotensi memunculkan respons yang tidak diharapkan.

3. Mencari cara untuk menenangkan diri
Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menenangkan diri setelah mengalami kekecewaan. Aktivitas seperti mendengarkan musik, berolahraga, menulis, atau mengambil waktu untuk sendiri dapat membantu pikiran lebih jernih dan perasaan lebih stabil. Meski demikian, emosi tetap perlu diproses terlebih dahulu agar kegiatan tersebut bukan sekadar menghindari perasaan, melainkan benar-benar mengelolanya.

4. Berpikir ke depan
Ketika emosi mulai stabil, siswa dapat mulai menyusun langkah selanjutnya. Tidak lolos SNBP bukan berarti perjalanan berhenti. Masih ada jalur lain seperti SNBT, jalur mandiri, atau pilihan perguruan tinggi swasta. Wieka juga mengingatkan agar siswa tidak hanya terpaku pada nama kampus, tetapi mempertimbangkan jurusan dan bidang yang ingin dipelajari agar keputusan lebih sesuai dengan tujuan pribadi.

5. Mengenali pilihan sebelum memutuskan
Sebelum menentukan langkah berikutnya, siswa disarankan mencari informasi sebanyak mungkin mengenai kampus dan jurusan yang diminati. Informasi dapat diperoleh melalui situs resmi, bertanya kepada alumni, atau mencari pengalaman mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan. Cara ini membantu siswa mendapatkan gambaran yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan.

Dengan pengelolaan emosi yang tepat, kekecewaan setelah tidak lolos SNBP dapat menjadi bagian dari proses untuk kembali fokus dan menyiapkan langkah berikutnya.