BERITA TERKINI
The Next Local Heroes Jadi Ajang UMKM Kuliner Lampung Unjuk Rencana Bisnis, Seblak Ratu Sumin Raih Juara

The Next Local Heroes Jadi Ajang UMKM Kuliner Lampung Unjuk Rencana Bisnis, Seblak Ratu Sumin Raih Juara

Ajang grand final The Next Local Heroes menjadi panggung bagi empat pelaku UMKM kuliner Lampung untuk mempresentasikan rencana pengembangan usaha di hadapan dewan juri. Empat finalis yang tampil yakni Dapoer AA, Seblak Ratu Sumin, Dimsum Nam Nam, dan Mochino.

Selain memperebutkan gelar juara, para peserta berkesempatan memperoleh hadiah berupa pendanaan usaha senilai Rp100 juta, trofi, piagam penghargaan, hingga paket liburan. Seluruh grand finalis juga mendapatkan pendampingan langsung dari mentor dan praktisi bisnis untuk membangun sistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Dimsum Nam Nam, yang diwakili pemiliknya Rama Aditama, menceritakan usahanya lahir pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, ia dan istrinya memutuskan berhenti bekerja dan fokus membangun usaha dari rumah sembari merawat anak, dengan memanfaatkan ruangan berukuran 3x3 meter. Kini Dimsum Nam Nam 66 berkembang dengan memasok produk ke restoran, kafe, reseller, hingga segmen makanan beku (frozen food). Rama juga mempekerjakan lima karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar rumahnya.

Dalam presentasinya, Rama menyampaikan masterplan bisnis yang dibagi menjadi tiga tahap, yakni validasi pasar, memperkuat fondasi usaha, dan tahap take off sebagai fase ekspansi. Ia menekankan kejujuran dan kerja keras sebagai prinsip yang diyakini membuka jalan bagi perkembangan usaha.

Sementara itu, Kartika Yupitasari selaku pemilik Seblak Ratu Sumin menyampaikan bahwa usahanya berdiri sejak 24 Juni 2024 dengan keterbatasan tempat dan fasilitas. Meski demikian, ia terus belajar dan berinovasi. Kartika menilai kekuatan usahanya terletak pada cita rasa yang khas dan konsisten, bahan baku yang mudah diperoleh, pelayanan yang ramah dan fleksibel, serta target pasar yang jelas.

Kartika juga mengembangkan produk frozen food seperti seblak frozen, cireng frozen, dan cilok frozen yang dipasarkan melalui media digital. Ke depan, ia menargetkan memiliki tempat usaha yang lebih luas, membuka beberapa cabang, membangun rumah produksi sendiri, serta memasarkan makanan beku ke seluruh Indonesia dan menjadi pionir makanan pedas asal Lampung.

Dari Dapoer AA, Asep Sunarya menceritakan awal usahanya yang bermula dari penjualan nasi goreng dan kwetiau dengan nama Nasgor Rawit. Ketika pelanggan mulai bosan dengan menu yang terbatas, ia melakukan rebranding menjadi Dapoer AA, memperbarui logo, mengubah kemasan, dan menambah menu baru seperti ayam pencet, ayam bakar, ayam geprek, serta menu lainnya.

Asep mengatakan proses pembelajaran ia lakukan secara mandiri melalui YouTube dan media sosial. Pengalaman berjualan sudah ia miliki sejak SMP dan SMA ketika membantu usaha nasi goreng milik orang lain di pinggir jalan. Setelah lulus SMA, ia bekerja selama empat tahun di restoran sebelum membuka rumah makan sendiri pada 2022. Menurutnya, membangun bisnis kuliner tidak hanya soal memasak dan menyajikan makanan, tetapi juga memahami keuangan serta manajemen agar usaha bertahan. Saat ini, Dapoer AA melayani pelanggan dine in maupun takeaway sambil terus menjaga kualitas dan mengikuti perkembangan digital.

Adapun Mochino, yang dipresentasikan pemiliknya Intan Wulansari Anugerah, mengusung konsep mochi modern dengan cita rasa premium, tampilan menarik, dan pengalaman membeli yang menyenangkan. Intan menilai mochi di Indonesia kerap dianggap sebagai oleh-oleh atau makanan musiman, sehingga ia berupaya menghadirkan Mochino sebagai camilan yang bisa dinikmati kapan saja. Brand tersebut menghadirkan berbagai varian rasa dengan kualitas yang dijaga konsisten.

Di sisi lain, Owner Sambal Seruit Buk Lin sekaligus Duta Seruit Lampung, Ellynawati AS, menilai setiap peserta yang tampil tidak hanya membawa produk, tetapi juga mimpi, perjuangan, dan harapan bagi masa depan usaha. Menurutnya, The Next Local Heroes bukan sekadar mencari juara, melainkan menemukan mereka yang berani mengembangkan usaha lokal agar naik kelas. Ia juga meyakini masa depan Indonesia tidak hanya dibangun oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh UMKM yang membuka lapangan pekerjaan, sekaligus merayakan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan.

Setelah melalui proses penilaian, Seblak Ratu Sumin milik Kartika Yupitasari keluar sebagai juara dan berhak memperoleh bantuan modal usaha senilai Rp100 juta. Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, menyebut The Next Local Heroes sebagai wadah penting untuk melahirkan regenerasi pelaku UMKM dan menambah aset daerah melalui kreativitas anak muda. Ia menegaskan dukungan bagi generasi yang konsisten berkarya, menjaga kelestarian budaya dan kuliner daerah, serta tidak takut berinovasi, terutama dengan memanfaatkan peluang era digital melalui media sosial.

Wulan juga menyampaikan semangat ajang tersebut sejalan dengan peringatan Hari Seruit Nasional yang dirayakan sebagai momentum penuh rasa syukur sekaligus penyemangat untuk memajukan kuliner khas Lampung.

Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha. Melalui tayangan video, ia menyampaikan apresiasi terhadap kompetisi The Next Local Hero yang menjadi rangkaian peringatan Hari Nyeruit Nasional 2026 di Ballroom Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026). Giring menilai tradisi nyeruit bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan warisan budaya yang memuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan mempererat persaudaraan masyarakat Lampung. Ia menilai tradisi tersebut perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Ia juga mengapresiasi kompetisi yang dinilai dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda kreatif untuk mengembangkan potensi lokal dan memperkuat ekonomi daerah. “Selamat atas terselenggaranya Hari Nyeruit Nasional. Semoga semakin banyak anak bangsa yang mencintai budayanya, melestarikan tradisi, dan mampu mengembangkan potensi lokal,” ujar Giring.