Suasana sore di Bengkalis kian ramai ketika aktivitas warga memadati kawasan Lapangan Tugu. Di tengah geliat ekonomi setempat, muncul berbagai inisiatif usaha yang digerakkan generasi muda, salah satunya melalui model waralaba atau franchise yang dinilai menawarkan sistem usaha lebih siap dijalankan.
Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah Teh Tarik Melaka. Kehadiran gerai minuman ini menambah pilihan kuliner di pusat kota, sekaligus menghadirkan cita rasa yang sudah akrab bagi sebagian warga Bengkalis. Kedekatan geografis Bengkalis dengan Malaysia membuat pertukaran budaya, termasuk kuliner, terasa kuat. Teh tarik—teh susu yang ditarik hingga berbusa—bagi banyak warga bukanlah rasa baru, melainkan pengalaman yang kerap ditemui saat berkunjung ke negeri seberang.
Di Lapangan Tugu, gerai Teh Tarik Melaka beroperasi setiap hari pada pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Usaha ini dijalankan oleh Nevi Nandasari (25), warga Bengkalis yang menyiapkan bahan dan meracik pesanan untuk pelanggan. Nevi berdomisili di Jl. Hr. Soebrantas, Gg. H. Sidik, Kecamatan Bengkalis.
Menu yang ditawarkan mencakup Teh Ais sebagai andalan, serta sejumlah varian lain seperti Cokelat, Milo, Teh Cokelat, Matcha, Thai Tea, Sirap Bandung, Kopi Ais, dan Kopi Ais Cincau. Harga minuman dibanderol sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000.
Selain melayani pembelian langsung, Teh Tarik Melaka juga menyediakan layanan pesan antar melalui aplikasi Maxim, Kuantar, atau pemesanan via WhatsApp di nomor 0822-8889-3983. Informasi terbaru usaha ini juga dibagikan melalui akun media sosial @tehtarikmelaka_bengkalis.
Kehadiran Teh Tarik Melaka menambah ragam pilihan minuman di Bengkalis, sekaligus menjadi contoh aktivitas UMKM yang dijalankan anak muda setempat. Di sisi lain, minuman bercita rasa khas Malaysia tersebut kini dapat dinikmati warga tanpa perlu menyeberang ke luar negeri.

