Peringatan 100 tahun Kebun Teh Kayu Aro di Kabupaten Kerinci menjadi momentum penguatan komitmen pengembangan agro wisata berkelanjutan. Bupati Kerinci Monadi menegaskan peringatan satu abad kebun teh tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan napak tilas perjalanan panjang sebuah warisan daerah yang telah melewati berbagai fase sejarah serta dinamika sosial ekonomi.
Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut hadir dalam rangkaian kegiatan ini, di antaranya Wakil Bupati Kerinci H. Murison beserta istri, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Direktur Strategic and Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Osra Yandi, jajaran Forkopimda Kabupaten Kerinci, serta Region Head PTPN IV Regional 4 yang diwakili Senior Executive Vice President Operation Bambang Agustian dan SVP Business Support Ahmadi Akbar, bersama kepala bagian dan manajer PTPN IV Regional IV.
Rangkaian peringatan diawali dengan kegiatan Teh Rabas di areal Kebun Teh Kayu Aro bersama Bupati Kerinci dan jajaran PTPN IV pada Minggu, 28 Desember. Kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial, peluncuran teh kemasan edisi spesial 100 tahun, pertunjukan budaya, hingga kunjungan ke museum dan pabrik teh Kayu Aro.
Dalam sambutannya, Monadi menyebut Kebun Teh Kayu Aro sebagai saksi perjalanan Kabupaten Kerinci sekaligus bukti potensi sumber daya alam daerah yang mampu bersaing di tingkat global. Ia mengatakan peringatan ini ditujukan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, meningkatkan daya tarik wisata agro, serta memperkuat pengelolaan kebun teh berstandar dunia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Melalui peringatan 100 tahun ini, kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah Kebun Teh Kayu Aro, meningkatkan daya tarik wisata agro, serta memperkuat pengelolaan kebun teh berstandar dunia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Monadi.
Direktur Strategic and Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo menilai Kebun Teh Kayu Aro memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai aset produksi, tetapi juga sebagai warisan sejarah dan simbol keberlanjutan industri perkebunan nasional. Ia menegaskan komitmen PTPN IV untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kebun Teh Kayu Aro adalah representasi komitmen PTPN IV dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Di usia satu abad ini, kami bertekad menjadikan Kayu Aro sebagai model perkebunan teh berkelanjutan yang berdaya saing global,” kata Ugun.
Menurutnya, peluncuran teh kemasan edisi spesial 100 Tahun Kebun Teh Kayu Aro menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang kebun teh tersebut sekaligus upaya meningkatkan nilai tambah produk teh nasional.
Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PTPN IV dalam pengembangan Kebun Teh Kayu Aro sebagai kawasan unggulan yang terintegrasi antara sektor pertanian, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Momentum peringatan 100 tahun ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kolaborasi demi keberlanjutan dan kejayaan Kebun Teh Kayu Aro pada masa mendatang.

