Angka obesitas di Indonesia disebut terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 terhadap 30 juta penduduk, hampir 36 persen masyarakat dewasa dan lansia mengalami obesitas, setara sekitar 68 juta jiwa. Kondisi ini dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, serta konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat.
Seiring situasi tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pola hidup sehat dilaporkan meningkat. Selain mengatur pola makan, berolahraga, dan beristirahat cukup, sebagian orang juga memanfaatkan produk berbasis herbal yang diklaim membantu proses penurunan berat badan secara aman dan alami.
Di tengah tren itu, Teh Diet Kalon sebagai merek lokal yang berfokus pada kesehatan dan keseimbangan tubuh menawarkan sejumlah produk untuk mendukung pengelolaan berat badan. Produk yang disebutkan antara lain Kalon SBOOST, suplemen pelangsing berizin BPOM yang diformulasikan oleh dokter; Kalon Teh Hijau Premium Saffron; serta Kalon Stevia sebagai pemanis nol kalori pengganti gula harian.
Kalon menyatakan konsistensi dalam menjaga kualitas dan efektivitas membuat produknya dipercaya jutaan pengguna di Indonesia. Perusahaan juga menyebut perannya tidak hanya sebagai solusi bagi konsumen yang ingin menurunkan berat badan, tetapi juga dalam membangun kesadaran tentang gaya hidup sehat berbasis nutrisi alami.
Atas pencapaian penjualannya, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan kepada Kalon sebagai “Produk Penurunan Berat Badan Terbanyak Secara Daring dalam Waktu Enam Bulan”. Penyerahan penghargaan berlangsung pada 8 Oktober 2025 di Kantor MURI, Jakarta. Kalon menilai capaian ini sebagai tonggak penting yang menggabungkan inovasi produk dan strategi pemasaran digital.
Dalam pengembangan pemasaran digitalnya, Kalon bekerja sama dengan Zando, creative business agency yang berfokus pada pertumbuhan digital. Zando disebut membantu membangun fondasi pemasaran digital melalui pengelolaan konten strategis, optimalisasi kinerja iklan, hingga layanan live shopping. Pendekatan pemasaran berbasis data juga disebut memperkuat posisi Kalon di ranah digital, meningkatkan konversi penjualan, dan memperluas jangkauan audiens.
Co-Founder Zando, Reynaldi Francois, menyatakan kebanggaannya atas rekor tersebut. “Saya tidak hanya mendukung Kalon sebagai bagian dari kolaborasi Zando, tetapi juga sebagai pengguna setia yang merasakan langsung manfaatnya. Melihat Kalon berhasil meraih rekor MURI menjadi kebanggaan tersendiri, dan tim Zando turut senang bisa menjadi bagian yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut,” ujarnya.
Founder & CEO Kalon, Anthony Widianto Thio, turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah berjalan lebih dari satu tahun. “Kami sangat senang karena tim Zando telah membantu kami sejak awal. Kalon dan Zando sudah bekerja sama selama lebih dari satu tahun, dan progresnya sejauh ini sangat membantu, baik dalam hal marketing, sales, maupun aspek lainnya. Sejak mulai berjualan pada tahun 2023, total penjualan kami telah mencapai hampir tiga juta produk, dan kontribusi Zando menjadi bagian penting dalam pencapaian tersebut,” kata Anthony.
Melalui pencapaian tersebut, Kalon dan Zando menyatakan komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat dan menjaga berat badan ideal secara berkelanjutan. Kolaborasi keduanya juga disebut akan diperkuat dengan strategi digital terintegrasi, termasuk pembuatan konten kreatif, live shopping, iklan digital, serta optimalisasi marketplace.
Sementara itu, Zando menyatakan akan melanjutkan dukungan bagi pertumbuhan merek lokal melalui strategi digital yang terukur dan berorientasi hasil. Layanan yang disebutkan meliputi pembuatan konten video pendek, pemasaran berbasis performa, layanan live shopping, aktivasi event daring maupun luring, hingga fulfillment service untuk membantu pengelolaan operasional bisnis.

